DAERAH  

ASN Manggarai Antusias Ikuti Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Program Gati
PLT Kadis Kominfo Kabupaten Manggarai memantau langsung saat ASN Pemkab Manggarai mengantar langsung anak ke sekolah. Foto: Kominfo Manggarai.

Petanttnews.com,Ruteng-  Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai antusias mengikuti peluncuran dan pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati) melalui Program Sekolah Bersama Ayah (Sebaya).

Inisiatif yang berfokus pada peningkatan peran ayah dalam pendidikan anak ini langsung terasa dampaknya pada hari pertama masuk sekolah.

Berdasarkan pantauan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Manggarai, suasana haru dan kehangatan terlihat di berbagai Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Ruteng.

Puluhan ayah ASN tampak bersemangat mendampingi dan menghantar putra-putrinya memasuki gerbang sekolah.

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, sebelumnya telah menginstruksikan kewajiban bagi ayah-ayah ASN untuk mengantar anak di hari pertama sekolah. Instruksi tersebut disampaikan saat apel mingguan pada 7 Juli lalu.

“Kehadiran para ayah pada hari pertama masuk sekolah sangat penting sebagai tanda bahwa sosok ayah mendukung secara penuh perihal pendidikan anak-anak kita,” tegas Bupati Nabit.

Untuk mendukung terlaksananya instruksi tersebut, para ayah ASN diberikan kelonggaran khusus, yaitu tidak perlu mengikuti apel rutin mingguan dan diperbolehkan masuk kantor pada pukul 09.00 WITA.

“Sosok Ayah juga hadir agar anaknya merasa terlindungi dan mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Program ini sejalan dengan Quick Wins Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menargetkan penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Kebijakan ini disambut positif oleh para ayah ASN. Yohanes Junaidi James Koko, ASN di Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai, mengaku senang dan bangga.

“Selain orang tua, kita sebenarnya adalah guru kedua dari anak-anak. Tugas mendidik merupakan tugas orang tua, tidak hanya guru,” paparnya. Ia mengapresiasi kebijakan Bupati yang memberinya kesempatan memantau langsung aktivitas anak di sekolah.

Hal senada disampaikan Vensianus Pangur, guru di SMA St. Aquinas Ruteng yang juga mengantar anaknya di hari pertama sekolah. “Tanggung jawab kita sebagai orang tua adalah untuk menuntun dan mendidik anak sejak dini.

Sehingga nanti beban psikis anak tidak terlalu dibentur bahwa ada rasa ketinggalan, orang tua harus selalu hadir untuk mendampingi kehidupan anak sehingga dalam setiap tantangan kehidupan anaknya nanti tidak akan merasa sendirian,” ujarnya.

Sementara itu, Kornelis Kolol, Staf Diskominfo Kabupaten Manggarai, merasakan manfaat pribadi dari kebijakan ini. “Ya, sebagai orang tua saya senang dengan instruksi Bupati Manggarai yang memberi kesempatan pada kami (terutama saya) untuk mengantar anak masuk sekolah. Kebetulan hari ini, saya antar anak saya yang bungsu dimana dua kakaknya terdahulu yang antar istri (Ibu mereka),” tutupnya.

Program Gati dan Sebaya ini bukan sekadar seremoni mengantar anak ke sekolah. Lebih dari itu, inisiatif ini memperkuat peran sentral ayah dalam pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak sejak dini.

Kehadiran ayah diharapkan menciptakan lingkungan keluarga yang lebih suportif, harmonis, dan seimbang, sekaligus membangun pondasi kuat bagi masa depan generasi Manggarai yang unggul.***