Tajumase Diluncurkan di Manggarai, Sinergi Desa dan Perusahaan Demi Ketahanan Pangan dan Generasi Sehat

Tajumase
Foto: Kominfo Manggarai.

Petanttnews.com,Ruteng- Aspirasi pembangunan yang berakar dari pedesaan menemukan wujud nyatanya di Kabupaten Manggarai, NTT. Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng, menjadi lokasi peluncuran Program Tani Maju Makmur Sejahtera (Tajumase) yang digagas melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Manggarai dan PT Pupuk Indonesia (Persero), Rabu, 17 Juli 2025.

Program ini dirancang sebagai cetak biru pemberdayaan masyarakat selama tiga tahun di dua desa percontohan, Belang Turi dan Meler.

Fokusnya pada dua pilar utama, yaitu ketahanan pangan melalui pengembangan hortikultura serta peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat edukasi gizi dan kesehatan.

Para petani mendapatkan pelatihan teknik budidaya sayuran, pemupukan yang efisien, serta pengetahuan tentang pola makan bergizi, khususnya bagi ibu hamil dan anak usia dini.

Pendekatan ini menggabungkan produktivitas pertanian dengan kesehatan keluarga, menciptakan kesejahteraan yang menyentuh hingga generasi mendatang.

Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, hadir dalam kegiatan tanam perdana sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah daerah. “Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan kelak menjadi pemimpin yang membawa perubahan,” tegasnya.

Ia mengapresiasi kehadiran PT Pupuk Indonesia yang memilih Manggarai, khususnya Desa Belang Turi, sebagai lokasi program.

“Ini bukti bahwa pembangunan bisa tumbuh dari desa,” tambahnya. Menurutnya, inovasi dan kemajuan tidak harus berpusat di kota, tetapi dapat muncul dari potensi desa yang dikelola secara kolaboratif.

Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Indonesia, Tina T. Kemala Intan, menekankan bahwa Tajumase bukan sekadar program pertanian. “Lebih baik dana perusahaan digunakan untuk mendorong pola hidup sehat daripada mengobati,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk mendampingi warga mencapai kemandirian ekonomi dan kesehatan yang berkelanjutan.

Pesan khusus disampaikan kepada para ibu, “ASI lebih baik dari susu formula,” yang menjadi penegas perhatian pada kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi masyarakat.

Penjabat Kepala Desa Belang Turi, Kanisius Tulur, menyambut inisiatif ini dengan optimisme tinggi. “Kami percaya, program ini akan membawa perubahan besar bagi desa kami. Petani menjadi lebih mandiri, dan anak-anak tumbuh lebih sehat,” ungkapnya. Ia berharap Tajumase menjadi penghubung antara kekuatan alam, pengetahuan, dan semangat gotong royong demi masa depan yang lebih cerah.***