Petanttnews.com- Bank NTT Cabang Ruteng menyalurkan bantuan paket sembako kepada Yayasan Karya Bakti Renceng Mose Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada lembaga rehabilitasi penyintas gangguan jiwa, Selasa (23/12/2025).
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial Bank NTT, khususnya kepada kelompok masyarakat rentan yang selama ini masih menghadapi stigma dan keterbatasan dalam proses pemulihan kesehatan mental.
Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Romi Radjalangu, mengatakan momentum Natal menjadi waktu yang tepat untuk berbagi kepedulian dan memastikan para penyintas gangguan jiwa turut merasakan kehangatan kebersamaan.
“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang dalam masa pemulihan di Renceng Mose juga merasakan kehangatan Natal. Sembako ini mungkin sederhana, tetapi menjadi simbol bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” ujar Romi.
Romi menambahkan, kehadiran langsung jajaran Bank NTT di pusat rehabilitasi tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kerja-kerja kemanusiaan yang dijalankan pengelola yayasan.
Ia menegaskan, sebagai bank milik masyarakat daerah, Bank NTT berkomitmen untuk selalu peka terhadap kebutuhan sosial di wilayah Nusa Tenggara Timur.
“Sebagai bank milik masyarakat NTT, sudah menjadi kewajiban kami untuk peka terhadap titik-titik kebutuhan sosial. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, bukan hanya dalam angka dan kinerja, tetapi juga dalam nilai kepedulian,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Karya Bakti Renceng Mose, Bruder Honorius Suyadi, mengapresiasi bantuan dan kunjungan Bank NTT. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penguat moral bagi pengelola dan pendamping pasien di tengah keterbatasan fasilitas dan stigma sosial.
“Kehadiran Pak Romi dan seluruh tim hari ini sangat berarti bagi kami. Ini bukan sekadar bantuan material, tetapi pengakuan bahwa upaya memulihkan martabat kemanusiaan para pasien mendapat dukungan dari institusi yang memiliki kepedulian tulus,” tutur Bruder Honorius.
Ia berharap kolaborasi antara lembaga perbankan dan lembaga sosial tersebut dapat terus berlanjut serta mendorong keterlibatan lebih luas dalam upaya peningkatan layanan kesehatan mental di Manggarai.***




















