DAERAH  

BPBD Manggarai Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

BPBD Manggarai
Foto:Ist.

Petanttnews.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai menyerukan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat menyusul meningkatnya intensitas curah hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir dinilai perlu mendapat perhatian serius agar risiko bencana dapat ditekan. BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi.

Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar, mengatakan peningkatan curah hujan membawa berbagai ancaman yang berdampak langsung pada keselamatan warga.

“Peningkatan intensitas hujan ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan disertai angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Stefanus kepada wartawan, Selasa, 16 Desember 2025.

Ia menjelaskan, karakter geografis Kabupaten Manggarai yang didominasi wilayah perbukitan, aliran sungai, dan kawasan pesisir membuat daerah ini rentan terhadap banjir, tanah longsor, serta gelombang laut tinggi, terutama saat curah hujan meningkat signifikan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal. Pohon besar yang berpotensi tumbang di sekitar permukiman diminta segera dipangkas atau ditebang guna menghindari risiko kecelakaan.

Selain itu, masyarakat diminta aktif memantau informasi resmi perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD setempat. Stefanus juga mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi kebencanaan yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, karena dapat menimbulkan kepanikan,” tegasnya.

Khusus bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, BPBD Manggarai meminta kehati-hatian ekstra dalam beraktivitas. Pelayaran disarankan ditunda apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai tidak aman.

“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan,” kata Stefanus.

BPBD juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase dan aliran air, guna mencegah genangan dan banjir. Upaya sederhana seperti membersihkan sampah di selokan dinilai efektif mengurangi risiko bencana.

Dalam situasi darurat, warga diminta segera mematikan jaringan listrik, mengamankan dokumen penting dan barang berharga, serta mengutamakan evakuasi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.***