Petanttnews.com- Pemerintah Kabupaten Manggarai menerbitkan Surat Edaran Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tertanggal 1 Desember 2025.
Kebijakan ini menyasar seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Melalui gerakan tersebut, Pemkab Manggarai mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak, khususnya saat penerimaan rapor di akhir semester.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, menegaskan bahwa peran ayah menjadi bagian penting dalam keberhasilan pendidikan anak. Penegasan itu disampaikan saat Apel Mingguan di Natas Labar, Motang, Senin (15/12/2025).
“Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah bukan sekadar kehadiran fisik, tetapi bentuk tanggung jawab dan kepedulian ayah terhadap masa depan anak. Pendidikan yang berhasil lahir dari keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga,” tegas Lambertus Paput dihadapan seluruh Pejabat struktural dan Fungsional Lingkup Pemkab Manggarai.
Ia juga menginstruksikan perangkat daerah terkait, khususnya yang membidangi pendidikan, kependudukan, dan pemberdayaan keluarga, untuk menyosialisasikan gerakan tersebut secara berkelanjutan.
Surat Edaran ini memuat lima poin utama. Para ayah dihimbau mengambil rapor anak langsung ke sekolah pada akhir semester. Sasaran gerakan mencakup anak usia PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Pelaksanaan dimulai pada Desember 2025 dengan menyesuaikan jadwal sekolah. Ayah yang mengikuti gerakan ini diberikan dispensasi keterlambatan sesuai ketentuan instansi masing-masing. Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan apresiasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) bagi 10 ayah terpilih melalui unggahan foto dan/atau video di Instagram dengan tagar #GATI dan #sekolahbersamaaayah.
Pemkab Manggarai berharap, melalui gerakan ini, terbangun komunikasi yang lebih intensif antara orang tua dan sekolah mengenai perkembangan akademik serta karakter anak. Keterlibatan ayah dinilai memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di daerah.




















