Petanttnews.com, Ruteng- Upaya memperluas akses layanan kesehatan terus dilakukan UPTD Puskesmas Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Melalui inovasi pelayanan jemput bola, puskesmas ini aktif mendekatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada masyarakat, sejalan dengan program nasional yang diluncurkan pemerintah pusat pada 10 Februari 2025.
Program CKG merupakan salah satu program unggulan atau Quickwin Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan layanan skrining kesehatan tanpa biaya bagi seluruh masyarakat. Di Manggarai, Puskesmas Kota Ruteng ditetapkan sebagai pilot project pelaksanaan program tersebut sejak awal 2025.
Pada tahap awal, pelayanan CKG dilakukan dengan pola konvensional, yakni menunggu masyarakat datang ke puskesmas. Namun, pendekatan ini dinilai belum mampu menjangkau seluruh lapisan warga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses dan informasi.
Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Kota Ruteng kemudian mengubah strategi dengan menerapkan metode jemput bola atau “kejar sasaran pemeriksaan gratis”. Melalui metode ini, tenaga kesehatan turun langsung ke lapangan, mendatangi kantor pemerintahan, rumah warga, hingga berbagai kegiatan publik.
“Kalau hanya menunggu di tempat, banyak yang tidak terjangkau. Jadi kami harus jemput bola,” jelas Kepala UPTD Puskesmas Kota Ruteng, drg. Irma Baung.
Pendekatan aktif ini juga dilakukan pada berbagai agenda besar, seperti kegiatan keagamaan, peringatan hari ulang tahun instansi, kegiatan BUMN, hingga pelayanan di sekolah luar biasa (SLB) untuk menjangkau penyandang disabilitas. Langkah tersebut dinilai efektif dalam membuka akses pemeriksaan kesehatan gratis bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit dijangkau.
Hingga Oktober 2025, tercatat sekitar 3.639 warga telah menerima layanan CKG dari Puskesmas Kota Ruteng. Meski demikian, angka tersebut baru mencakup sekitar satu persen dari total penduduk wilayah layanan yang mencapai lebih dari 36 ribu jiwa.
“Artinya, capaian kami baru sebagian kecil dari target. Karena itu, metode kejar sasaran ini terus kami gencarkan,” ungkap drg. Irma.
Menurutnya, inovasi pelayanan menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan dini.
Ia berharap, melalui pelayanan yang semakin dekat dan mudah diakses, masyarakat tidak lagi terbebani oleh persoalan biaya maupun jarak dalam menjaga kondisi kesehatannya.
“Kami ingin semua warga mendapat kesempatan yang sama untuk menjaga kesehatannya, tanpa harus terbebani biaya atau jarak,” tutupnya.***





















