Petanttnews.com,Ruteng- Kecamatan Reok Barat diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi padi baru di Kabupaten Manggarai seiring pembangunan bendungan dan jaringan irigasi Wae Ruwuk yang dibiayai melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.
Pemerintah pusat mengalokasikan dana sekitar Rp 30 miliar untuk pembangunan, peningkatan, dan rehabilitasi infrastruktur irigasi di Manggarai. Dari jumlah tersebut, anggaran terbesar dialokasikan untuk pembangunan bendungan dan jaringan irigasi Wae Ruwuk di Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, dengan nilai mencapai Rp 25,05 miliar.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Manggarai, Fransiskus G.M. Gual, mengatakan proyek tersebut dirancang untuk mengoptimalkan sekitar 400 hektare lahan persawahan di wilayah Singkul yang selama ini belum tergarap maksimal akibat keterbatasan pasokan air.
“Selama ini, dari total lahan yang ada, baru sekitar 90 hektare yang difungsikan sebagai sawah aktif. Itupun hanya bisa ditanami sekali setahun karena air tidak mencukupi,” ujar Fransiskus saat ditemui, Jumat (3/10/2025).
Dengan dibangunnya bendungan dan jaringan irigasi permanen, ketersediaan air untuk pertanian di Reok Barat akan meningkat signifikan. Kondisi tersebut memungkinkan petani melakukan penanaman padi hingga dua bahkan tiga kali dalam setahun.
Menurut Fransiskus, peningkatan intensitas tanam ini akan berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan pendapatan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kalau bendungan ini selesai, 400 hektare sawah di Singkul bisa dioptimalkan. Reok Barat sangat potensial menjadi lumbung padi baru di Manggarai,” jelasnya.
Selain proyek Wae Ruwuk, dana Inpres Tahun 2025 juga dialokasikan untuk sejumlah proyek irigasi lainnya di Manggarai, antara lain peningkatan jaringan irigasi Wae Ras di Desa Bangka La’o, Kecamatan Ruteng, serta rehabilitasi irigasi Wae Lewa II di Desa Beakondo, Kecamatan Satar Mese Barat.
Pemerintah daerah menilai pembangunan infrastruktur pertanian ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program nasional ketahanan pangan, sekaligus menjawab kebutuhan petani akan sistem irigasi yang andal dan berkelanjutan.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Reok Barat diharapkan tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga berkontribusi pada suplai beras di tingkat kabupaten hingga regional.***





















