Petanttnews.com- Kritik warga terhadap proyek rehabilitasi dan pemeliharaan periodik Jalan Simpang Paka-Langgo di Desa Golo Muntas, Kecamatan Satarmese, mencerminkan tumbuhnya kesadaran publik dalam mengawasi mutu pembangunan infrastruktur daerah.
Sorotan warga mencuat setelah beredarnya video yang memperlihatkan lapisan aspal dapat terkelupas dengan tangan. Video tersebut kemudian viral di media sosial dan memantik diskusi luas mengenai kualitas pekerjaan jalan yang baru dikerjakan.
Warga Desa Golo Muntas, Alosius Jenudin, menilai respons masyarakat muncul karena adanya kekhawatiran atas daya tahan jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga. Ia menegaskan, kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan mendorong agar proyek dikerjakan sesuai spesifikasi.
“Pekerjaan ini tidak memuaskan bagi saya karena kualitas tidak bagus. Pekerjaan ni tidak sesuai dengan spesifikasi,” kata Alosius kepada Petanttnews.com, Minggu, 16 November 2025.
Ia berharap masukan warga ditanggapi secara terbuka oleh pihak pelaksana maupun dinas teknis. Menurutnya, keterlibatan masyarakat justru penting agar hasil pembangunan benar-benar memberi manfaat jangka panjang.
“Berharap pihak Dinas PUPR Manggarai, untuk segera turun lokasi agar mengecek kondisi lapen tersebut,” desaknya.
Namun, kritik tersebut juga diiringi pengalaman tidak menyenangkan. Alosius mengaku mendapat tekanan setelah menyuarakan protes atas kualitas pekerjaan.
“Tadi ada tiga orang dari Dinas PUPR Manggarai datang kerumah ketemu saya untuk minta stop buat viral proyek ini, bahkan mereka mengaku atas suruhan pa Bupati mereka juga intimidasi saya tadi,” jelas Alosius, Senin malam.
Meski demikian, Alosius menegaskan dirinya tetap memilih bersuara demi kepentingan bersama.
“Kalau mau masyarakat tidak protes kualitas proyeknya harus sesuai spesifikasi to supaya masyarakat dan pengguna jalan puas dengan hasilnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Dinas PUPR Manggarai menyatakan bahwa kerusakan tidak mencerminkan mutu pekerjaan secara keseluruhan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Citra, menyebut lapisan aspal yang rusak telah diperbaiki.
“Masyarakat yang bongkar sudah minta maaf Jumat kemarin dan sudah perbaiki yang rusak,” jawab Citra saat dikonfirmasi.
Citra juga membantah bahwa kerusakan disebabkan oleh kualitas pekerjaan yang buruk.
Sementara itu, sejumlah pihak menilai kritik warga seharusnya dilihat sebagai bagian dari kontrol sosial. Anggota DPRD Manggarai, Adrianus Nanggur, meminta agar temuan di lapangan ditindaklanjuti secara profesional.
“Saya kira berkaitan pekerjaan tidak berkualitas, dinas terkait dalam hal ini PUPR harus tindak tegas kepada kontraktor yang nakal,” tegas Adrianus.
Proyek rehabilitasi Jalan Simpang Paka–Langgo sendiri dikerjakan oleh CV Wae Nunang dengan nilai kontrak Rp1.490.006.200 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum 2025.
Pengawasan publik terhadap proyek ini diharapkan dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola pembangunan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap hasil kerja pemerintah daerah.***





















