Pemda Manggarai Alokasi 5 Miliar Dana SG untuk Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

Wens Sedan
Wensislaus Sedan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Manggarai. Foto: Aristo||PetaNTTNews.com

Petanttnews.com- Pemda Manggarai terus mempercepat pemerataan infrastruktur pendidikan melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana sekolah di berbagai wilayah. Pada tahun anggaran 2025, pemerintah daerah menambah ruang kelas dan fasilitas penunjang pendidikan di 31 lembaga sekolah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan belajar mengajar.

Program pembangunan ruang kelas ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas PPO. Sejumlah sekolah menjadi sasaran pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi bangunan lama, hingga penambahan fasilitas pendukung seperti UKS dan MCK. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan ruang belajar yang selama ini masih terbatas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Andri Rendang, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan telah memasuki tahap pelaksanaan. Proses administrasi hingga pengukuran lapangan telah diselesaikan, sehingga pekerjaan fisik mulai berjalan di masing-masing lokasi.

“Tahun ini ada 31 paket kegiatan pembangunan sarana pendidikan. Ada pembangunan ruang kelas baru, ada pekerjaan rehab, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan tempat untuk aktivitas Mandi, Mencuci, dan Kakus (MCK),” ujarnya.

Dari total paket tersebut, sebanyak 21 kegiatan dilaksanakan melalui metode pengadaan langsung, sementara 10 paket lainnya dikerjakan melalui proses lelang atau tender. Seluruh paket telah dikontrak dengan masa kerja selama 100 hari kalender.

“Kontrak untuk semua paket sudah diteken. Kegiatan pengukuran atau patok di lapangan juga sudah selesai. Sekarang sudah mulai action atau proses pekerjaaan. Progresnya tentu terus dikebut hingga batas selesai pada 18 Desember 2025,” jelas Andri.

Ia menyebutkan, sejumlah sekolah yang masuk dalam paket tender di antaranya SMPN 4 Langke Rembong, SMPN 6 Langke Rembong, MIS Amanah Ruteng, MTs Annajah Reo, dan SDN Rampasas. Selain itu, pembangunan juga dilakukan di SMPN 2 Lelak, SMPN 12 Satar Mese, SMPN 4 Ruteng, SMPN 4 Wae Ri’i, serta SMPN 2 Langke Rembong.

Pada 10 sekolah tersebut, kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan dua hingga empat ruang kelas baru dengan total anggaran lebih dari Rp5 miliar yang bersumber dari DAU SG.

“Sekolah yang dapat 4 ruang kelas itu, masing-masing SMPN 6 dan SMPN 4 Langke Rembong dengan nilai kontrak sebesar Rp 920 juta. Sementara 21 paket PL, ada pekerjaan Satu ruang kelas, UKS, MCK, dan kegiatan rehab,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPO Manggarai, Wensislaus Sedan, menegaskan bahwa penambahan ruang kelas dan sarana pendidikan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar peserta didik, khususnya di sekolah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

Ia juga menyampaikan bahwa selain kegiatan yang dibiayai melalui DAU SG, pada tahun 2025 terdapat 24 sekolah lain di Kabupaten Manggarai yang menerima dukungan anggaran APBN melalui program revitalisasi satuan pendidikan dengan metode swakelola.

” Semua kegiatan yang ada ini, untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Program ini bertujuan untuk melakukan rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pendidikan agar lebih berkualitas, aman, dan nyaman bagi peserta didik,” pungkas Wens Sedan.

Melalui pembangunan ruang kelas dan fasilitas pendukung ini, Pemda Manggarai berharap kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan secara merata, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa di seluruh wilayah kabupaten.***