Petanttnews.com- Pemerintah pusat mengucurkan dana revitalisasi bagi 31 satuan pendidikan di Kabupaten Manggarai pada tahun anggaran 2025 sebagai upaya memperbaiki kualitas sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini mengalami kerusakan.
Bantuan tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, mengatakan program revitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan layak bagi peserta didik.
“Revitalisasi ini bukan hanya soal membangun fisik gedung, tetapi memastikan ruang belajar, laboratorium, dan fasilitas pendukung lainnya benar-benar berfungsi optimal,” ujar Wensislaus, Rabu (1/10/2025).
Ia menjelaskan, pada awalnya pemerintah pusat menetapkan 24 sekolah sebagai penerima bantuan. Namun, pada September 2025, Pemkab Manggarai kembali mengusulkan tambahan tujuh PAUD/TK yang kemudian disetujui. Dengan demikian, total penerima bantuan menjadi 31 sekolah, terdiri dari 16 SD, 6 SMP, 8 PAUD/TK, dan 1 SKB.
Besaran anggaran yang diterima setiap sekolah bervariasi, mulai dari Rp300 juta hingga Rp2 miliar, menyesuaikan tingkat kerusakan bangunan. Meski berbeda nominal, seluruh bantuan menganut prinsip pengerjaan tuntas sehingga fasilitas yang direvitalisasi dapat langsung dimanfaatkan.
Menariknya, dana revitalisasi ini ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah. Dinas PPO berperan sebagai pengawas, sementara pengelolaan teknis dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan unsur guru, masyarakat, dan tenaga ahli konstruksi.
“Skema ini kami dorong agar pengelolaan dana lebih transparan dan melibatkan masyarakat,” kata Wensislaus.
Sebagian besar sekolah penerima awal ditargetkan menyelesaikan pekerjaan revitalisasi hingga akhir November 2025. Sementara untuk tujuh sekolah tambahan, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait batas waktu pengerjaan.
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat layanan pendidikan di Manggarai sekaligus mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.***




















