Petanttnews.com-Ruteng, Upaya membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana terus dimulai dari lingkungan paling dasar, yakni sekolah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai menggelar Pelatihan Mitigasi Bencana di SMPN 13 Satarmese, Kecamatan Satarmese Barat, Jumat (12/9/2025).
Kegiatan ini menyasar generasi muda sebagai agen perubahan dalam menciptakan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah dan keluarga.
Melalui program “Tiba Dia” atau Mitigasi Bencana di Sekolah, BPBD tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa belajar secara aktif melalui simulasi.
Anak-anak dilatih mengenali potensi ancaman bencana, memahami jalur evakuasi, serta mempraktikkan cara menyelamatkan diri secara aman dan tertib.
Kepala BPBD Manggarai, Stefanus Tawar, mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kesiapsiagaan sejak usia dini.
Menurutnya, pemahaman bencana tidak cukup disampaikan kepada orang dewasa, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan.
“Kalau anak-anak sudah paham sejak sekolah, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih siap, peduli, dan tidak panik saat menghadapi bencana,” ujarnya.
Selain materi kebencanaan, peserta diajak melakukan simulasi evakuasi untuk membiasakan sikap disiplin dan kerja sama dalam situasi darurat.
Kepala SMPN 13 Satarmese, Bonifasius Manjur, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi siswa.
Ia menyebut, simulasi langsung membuat siswa lebih mudah memahami langkah-langkah penyelamatan diri.
“Anak-anak belajar tertib, saling membantu, dan berani mengambil keputusan tanpa panik. Ini pendidikan karakter yang sangat penting,” katanya.
BPBD berharap, pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti di sekolah. Anak-anak didorong untuk menjadi penyampai informasi mitigasi bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Program Tiba Dia pun direncanakan terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Manggarai sebagai bagian dari strategi membangun daerah yang tangguh bencana secara berkelanjutan.***




















