DAERAH  

Sinergi PKK, Posyandu, PAUD Perkuat Keluarga Manggarai

istri Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Vera Christina Sirait Asadoma, M.Sc., saat melakukan kunjungan kerja perdananya ke Manggarai, Selasa (21/10/2025).

Petanttnews.com- Pembangunan keluarga di Kabupaten Manggarai dinilai membutuhkan pendekatan terpadu lintas sektor agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Hal inilah yang ditekankan istri Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Vera Christina Sirait Asadoma, M.Sc., saat melakukan kunjungan kerja perdananya ke Manggarai, Selasa (21/10/2025).

Dalam pertemuan resmi di Aula Nuca Lale, Kantor Bupati Manggarai, Vera mendorong sinergi antara Tim Penggerak PKK, Posyandu, PAUD, dan Dekranasda sebagai satu ekosistem yang saling terhubung, mulai dari layanan kesehatan dasar, pendidikan anak usia dini, hingga penguatan ekonomi keluarga.

“Jika keempat unsur ini berjalan sendiri-sendiri, dampaknya terbatas. Tapi bila disinergikan, kita membangun keluarga secara utuh dan berkelanjutan,” ujar Vera di hadapan jajaran pemerintah daerah dan pengurus organisasi perempuan.

Kunjungan tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi provinsi dan kabupaten, yang diawali dengan penyambutan adat Manggarai melalui ritus Manuk Kapu dan pengalungan selendang. Vera diterima oleh Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Ketua TP PKK Manggarai Meldiyanti Hagur, Penjabat Sekda Lambertus Paput, serta pimpinan perangkat daerah.

Vera menilai Manggarai memiliki modal sosial yang kuat untuk menggerakkan pembangunan berbasis keluarga, terutama melalui kader PKK dan Posyandu yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ketua TP PKK Manggarai yang dinilainya progresif dan responsif terhadap kebutuhan lapangan. Menurut Vera, energi dan kecepatan kerja menjadi faktor penting agar program pemberdayaan tidak berhenti di tataran konsep.

“Pembangunan sosial menuntut kerja nyata dan kehadiran langsung di lapangan. Itu yang saya lihat di Manggarai,” katanya.

Dalam konteks efisiensi anggaran, Vera menjelaskan bahwa kegiatan lintas sektor yang digabungkan dalam satu kunjungan justru memperkuat dampak program. Pelatihan Posyandu, penguatan PAUD, literasi keluarga, hingga pengembangan Dekranasda disebutnya sebagai satu mata rantai pembangunan manusia.

“Anak sehat, terdidik sejak dini, dan orang tuanya memiliki daya ekonomi. Itulah fondasi NTT ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldiyanti Hagur, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti arahan tersebut hingga ke tingkat desa. Ia menegaskan bahwa PKK Manggarai tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga penggerak inovasi lokal.

“Kami ingin kader PKK menjadi simpul perubahan di masyarakat—menghubungkan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga secara nyata,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan dua PAUD, dialog bersama kader Posyandu dan PKK, serta kunjungan ke Plaza Dekranasda Manggarai yang menampilkan produk unggulan pengrajin lokal.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat pembangunan berbasis keluarga di Manggarai, sekaligus memastikan bahwa program pemberdayaan perempuan dan masyarakat berjalan terpadu, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan riil warga.***