Petanttnews.com- Bagi warga lima desa di Kecamatan Cibal, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan harapan nyata untuk keluar dari keterbatasan akses dan ketertinggalan infrastruktur yang selama ini dirasakan.
Komitmen itu ditegaskan Pemerintah Kabupaten Manggarai dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penuh pelaksanaan TMMD yang akan berlangsung dari 8 Oktober hingga 6 November 2025. Lima desa sasaran Pinggang, Ladur, Beamese, Rado, dan Barang dipilih karena dinilai membutuhkan percepatan pembangunan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, menilai TMMD sebagai instrumen efektif untuk menghadirkan negara hingga ke pelosok desa. Menurutnya, kolaborasi Pemkab Manggarai dan TNI bukan hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan dan partisipasi warga.
“TMMD menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa. Jalan dibuka, irigasi diperbaiki, dan pengetahuan masyarakat diperkuat melalui kegiatan non fisik,” kata Fabianus Abu.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menyasar peningkatan kapasitas warga melalui penyuluhan, khususnya di sektor pertanian hortikultura. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan pangan di tingkat lokal.
Komandan Kodim 1612 Manggarai, Letkol Arh Amos Comonius Silaban, menegaskan bahwa TMMD bukan proyek milik TNI semata, melainkan gerakan bersama. Sebanyak 150 personel TNI akan bekerja bahu-membahu dengan masyarakat desa demi memastikan hasil pembangunan benar-benar berkelanjutan.
“TMMD ini tentang kebersamaan. Ketika TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat berjalan bersama, tantangan seperti cuaca ekstrem pun bisa dihadapi,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada potensi hambatan berupa curah hujan tinggi, optimisme tetap menguat. Semangat gotong royong warga menjadi modal utama agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan memberi manfaat jangka panjang.
Melalui TMMD ke-126, Pemkab Manggarai berharap desa-desa di Cibal tidak hanya menikmati pembangunan fisik, tetapi juga tumbuh sebagai komunitas yang lebih mandiri, produktif, dan terkoneksi dengan pusat-pusat ekonomi daerah.***




















