DAERAH  

Bupati Manggarai Dorong Transformasi Desa dan Digitalisasi Menuju 2026

Bupati Manggarai, Herybertus G.L.Nabit. Foto: Humas Kominfo Manggarai

Petanttnews.com-  Menjelang Tahun 2026, Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, SE., MA, menekankan pentingnya transformasi desa melalui penguatan ekonomi lokal, inovasi pelayanan publik, dan digitalisasi tata kelola pemerintahan. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Rapat Pamong Praja di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Senin (29/12/2025).

Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa setiap desa harus menjadi pusat inovasi pembangunan. “Kita tidak hanya bicara tentang pembangunan fisik, tetapi bagaimana desa mampu mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perubahan iklim, dan siap menghadapi tantangan masa depan melalui digitalisasi dan inovasi pelayanan publik,”  tegas Bupati.

Dalam arahannya, Bupati menyoroti capaian pembangunan desa dan ekonomi lokal sepanjang 2025. Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang telah dijalankan di 77 desa diharapkan dapat direplikasi secara luas. Bupati meminta pemerintah desa untuk mengalokasikan minimal 30 persen Dana Desa guna mengembangkan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya digitalisasi desa. ” Digitalisasi pengelolaan keuangan desa, pengembangan website desa, dan pelayanan publik berbasis teknologi harus terus dikembangkan. Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan transparansi dan efisiensi layanan secara nyata,”  kata Bupati.

Bupati juga menekankan perhatian pada sektor kesehatan, terutama penanganan stunting. Hasil pengukuran Agustus 2025 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 13,1 persen. “Dana Desa yang besar untuk intervensi stunting harus diikuti dengan perencanaan yang tepat dan koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa. Kita harus pastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Hery Nabit mengapresiasi inovasi desa dan kelurahan, seperti Koordinasi Intervensi Stunting (KIS) di Kelurahan Wali dan pengembangan kelurahan ramah anak bermigrasi di Kelurahan Rowang. Ia menegaskan bahwa semua inovasi ini harus terintegrasi dengan strategi pembangunan yang berkelanjutan.

Rapat Pamong Praja ini meneguhkan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk mempercepat transformasi desa, memperkuat ekonomi lokal, serta memastikan setiap kebijakan dan program desa benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat menjelang Tahun 2026.***