DAERAH  

PDIP NTT Gelar Apel Siaga Bencana, Tegaskan Solidaritas dan Kesiapsiagaan di Tengah Masyarakat

DPD PDIP NTT
Foto: Ist

Petanttnews.com- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Apel Siaga Bencana di Kota Kupang, Senin (29/12/2025), sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah kepulauan yang rawan risiko. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Patrianus Lali Wolo.

Mengusung tema “Tertawa dan Menangis Bersama Rakyat”, apel ini menegaskan komitmen partai untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya pada momen politik, tetapi juga saat rakyat menghadapi krisis akibat bencana alam.

“Kader PDI Perjuangan tidak boleh hanya hadir ketika keadaan baik. Kita harus ada bersama rakyat saat menghadapi kesulitan dan penderitaan,” tegas Patrianus dalam amanatnya.

Dalam apel, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Bidang Penanggulangan Bencana, Perempuan, dan Anak, Elisabeth Yuliana Adoe, membacakan Pernyataan Komitmen Bersama terkait kesiapsiagaan bencana.

Pernyataan ini menekankan tiga pilar utama: pelestarian lingkungan, sinergi lintas sektor dengan pemerintah dan lembaga terkait, serta aksi nyata melalui Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) partai, mulai dari pra-bencana hingga pasca-bencana.

Patrianus Lali Wolo menambahkan, kondisi geografis NTT yang rawan kekeringan, badai, banjir, dan gelombang tinggi menuntut struktur partai hingga tingkat desa memiliki kemampuan respons cepat. Semua bantuan logistik dan posko siaga diharapkan tepat sasaran dan bebas dari kepentingan elektoral.

“Kerja kemanusiaan ini adalah napas politik kami yang murni untuk rakyat kecil,” ujarnya.

Apel siaga ini diikuti jajaran pengurus DPD, perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), sayap partai, serta relawan BAGUNA. PDI Perjuangan NTT berkomitmen menjadikan edukasi kebencanaan di tingkat desa sebagai program berkelanjutan dan menjadikan apel siaga bencana sebagai agenda rutin tahunan.

Melalui kegiatan ini, partai menyampaikan pesan kuat: kesiapsiagaan, solidaritas, dan kepedulian nyata terhadap masyarakat adalah fondasi utama, hadir sebelum bencana, setia saat bencana, dan tetap bersama rakyat setelah bencana.***