Bupati Manggarai Tembus 10 Besar Finalis Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Bupati Manggarai Heribertus G. L. Nabit. Foto: Istimewa

Petanttnews.com- Kabupaten Manggarai kembali mencatatkan namanya di panggung nasional. Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit berhasil menembus jajaran elite kepala daerah nasional dengan masuk 10 besar finalis Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2026.

Masuknya Bupati Manggarai ke babak final tidak sekadar prestasi personal, melainkan menjadi penanda kuat bahwa kerja-kerja pemajuan kebudayaan berbasis daerah kini mendapat pengakuan serius di tingkat nasional. Pengumuman finalis tersebut disampaikan PWI Pusat bertepatan dengan malam pergantian tahun 2026.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa sepuluh kepala daerah terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari proposal yang dinilai sangat komprehensif. Berkas penilaian mencakup video, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), regulasi daerah, rekam jejak pemberitaan media, hingga dokumentasi visual yang menunjukkan konsistensi kebijakan budaya.

“Yang kami nilai bukan seremoni, tetapi keberlanjutan dan dampak nyata kebijakan kebudayaan bagi masyarakat,” ujar Yusuf.

Menurutnya, lolosnya para finalis menunjukkan adanya keseriusan kepala daerah dalam menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan, bukan sekadar pelengkap program.

Bupati Manggarai akan bersaing dengan sembilan kepala daerah lainnya dari berbagai provinsi dalam babak presentasi akhir yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Januari 2026 di PWI Pusat. Pada tahap ini, Dewan Juri akan menggali lebih dalam substansi kebijakan, inovasi, serta kemampuan kepala daerah dalam mempresentasikan visi kebudayaannya.

Penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 sendiri akan diserahkan pada puncak perayaan HPN 2026 yang digelar di Provinsi Banten, 9 Februari 2026.

Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI–HPN 2026 terdiri dari tokoh lintas disiplin, mulai dari seniman, budayawan, akademisi, hingga pimpinan pers nasional. Komposisi ini menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara independen dan multidimensi.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.” Tema tersebut menempatkan pers sebagai mitra strategis dalam menjaga, mempromosikan, dan mentransformasikan nilai-nilai budaya lokal.

Sejak pertama kali digelar pada HPN 2016, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat telah menjadi barometer nasional bagi kepala daerah yang konsisten menjadikan kebudayaan sebagai arus utama pembangunan. Sejumlah penerima sebelumnya bahkan melanjutkan kiprah ke level kepemimpinan nasional.

Masuknya Bupati Manggarai dalam daftar finalis tahun ini mempertegas posisi Manggarai sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil menjaga identitas budaya sekaligus mendorongnya agar relevan dengan tantangan zaman.***