DAERAH  

Wisata Ditutup, Korban Tenggelam Tiwu Pai Tetap Bisa Beli Tiket

Foto: Ilustrasi

Petanttnews.com-Insiden tenggelamnya seorang siswa SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, menyoroti lemahnya pengawasan di lokasi wisata yang telah diumumkan tutup sementara.

Korban diketahui bernama Armendo W. Jeferson (14), siswa kelas VIII SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng.

Korban datang ke Air Terjun Tiwu Pai bersama 10 rekannya dengan menggunakan sepeda motor dari Ruteng. Kapolsek Reok, Ipda Joko Sugiarto, mengatakan setibanya di lokasi, rombongan pelajar tersebut tetap masuk kawasan wisata dengan membeli tiket sebelum berenang di salah satu kolam sekitar pukul 10.00 WITA.

“Berdasarkan pengakuan rekan korban, mereka membeli tiket dan langsung berenang di salah satu kolam dari tiga titik lokasi berenang yang ada. Keterangan dari rekan korban ini memang masih sepotong-sepotong karena mereka juga bicara sambil menangis,” kata Ipda Joko Sugiarto kepada Wartawan, Selasa 12 Januari 2026.

Padahal, kawasan wisata Air Terjun Tiwu Pai telah diumumkan ditutup sementara sejak 5 Januari 2026 karena curah hujan tinggi dan meningkatnya debit air. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya aktivitas wisata dan transaksi tiket.

“Soal adanya larangan itu kita dapat informasinya, tapi korban dan rekannya masuk dengan membeli tiket Rp20 ribu. Nanti kita cek ya, karena kita fokus ke pencarian korban dulu,” ungkap Ipda Joko Sugiarto.

Saksi mata sekaligus pengelola wisata, Irenius Andar, mengakui korban dan rekan-rekannya sempat dilarang masuk. Namun, mereka tetap memaksa dan hanya diizinkan berswafoto sebelum akhirnya berenang.

“Saya lihat mereka sudah buka baju dan melompat ke kolam,” ujarnya.

Camat Reok Barat, Tarsisius R. Asong, SE, menegaskan bahwa penutupan kawasan wisata tersebut telah diumumkan secara resmi.

“Sejak tanggal 5 Januari sudah ada pengumuman penutupan sementara. Alasannya, debit air sangat besar dan air dalam kondisi kotor, sehingga berbahaya bagi pengunjung,” ujar Tarsisius R. Asong.

Hingga Senin (12/1/2026), proses pencarian korban masih berlangsung. Cuaca hujan dan derasnya arus sungai menjadi kendala utama dalam upaya pencarian.***