Petanttnews.com- Direktur CV Delta Flores, memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar terkait penambahan waktu pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jaringan Irigasi Wae Tiwu Sengi. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan disubkontrakkan kepada CV Delta Flores.
Dalam penegasannya bahwa penambahan waktu pekerjaan selama 50 hari kalender dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan. Faktor utama yang memengaruhi adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat selama masa pelaksanaan proyek.
“Memang benar ada penambahan waktu pekerjaan selama 50 hari kalender. Hingga hari ini, Jumat (30/1), progres fisik pekerjaan sudah mencapai kurang lebih 83 persen,” ujar Deni selaku Direktur CV Delta Flores, Via WhasApp, Jumaat, 30 Januari 2026.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan penambahan waktu tersebut secara terbuka kepada masyarakat, khususnya para petani yang memanfaatkan saluran irigasi di sejumlah titik terdampak.
“Untuk pemberitahuan kepada masyarakat, terutama petani pengguna saluran irigasi, itu sudah dilakukan. Wilayah terdampak berada di tiga desa dalam satu kecamatan, yakni Kecamatan Sambi Rampas, dan masyarakat sudah mengetahui adanya penambahan waktu pekerjaan ini,” jelasnya.
Menurut Deni, perpanjangan waktu pekerjaan memang membawa konsekuensi yang harus diterima bersama, salah satunya penundaan sementara aktivitas persawahan oleh sebagian warga.
“Memang ada yang perlu dikorbankan, dalam hal ini penundaan pekerjaan sawah dari masyarakat. Namun apa yang sudah kami jelaskan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses sosialisasi dan kesepakatan tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Seluruh penjelasan disampaikan dalam forum yang difasilitasi dan disaksikan oleh berbagai pihak terkait.
“Penjelasan tersebut diinisiasi dan disaksikan langsung oleh konsultan perencana dari PT Agrinas Palma Nusantara. Selain itu, turut dihadiri oleh Camat Sambi Rampas, tokoh masyarakat, perwakilan P3A, serta beberapa kepala desa,” ungkapnya.
Terkait keterlambatan pekerjaan, Deni kembali menekankan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama yang memengaruhi ritme pekerjaan di lapangan.
“Keterlambatan ini murni karena faktor cuaca. Namun kami pastikan pekerjaan akan selesai sesuai jadwal perpanjangan,” tegasnya.
Ia memastikan proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan Irigasi Wae Tiwu Sengi akan rampung sepenuhnya pada 10 Februari 2026 dan dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Target kami jelas, tanggal 10 Februari pekerjaan ini sudah selesai 100 persen dan bisa dimanfaatkan kembali secara optimal oleh masyarakat,” pungkas Deni.





















