DAERAH  

Warga Beo Rahong Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Tertekan Koperasi Harian

Warga Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Manggarai, NTT, Mengakhiri Nyawa, Diduga Karena Tertekan Utang. Foto: Ilustrasi

Petanttnews.com- Seorang berinisial DN” (60) warga Kampung Lalang, desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Manggarai, NTT, ditemukan meninggal dunia, dengan bunuh diri, pada Sabtu 21 Februari 2026. Ia nekat mengakhiri hidup diduga kuat akibat tekanan ekonomi dan lilitan utang koperasi harian.

“Berdasarkan keterangan keluarga dan informasi yang dihimpun dilokasi, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi, termasuk tagihan koperasi harian. Meski demikian, selama ini korban disebut tidak pernah menyampaikan keluhan secara terbuka kepada keluarga,”  kata Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Donatus Sare yang dikutip dari Tribrata Manggarai News, Minggu (22/02/26).

Korban yang diketahui bekerja sebagai petani ini pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.00 Wita oleh anak kandungnya sendiri Elsiana Jiana. Saat ditemukan korban dalam kondisi tergantung diri didalam rumah kosong milik Adrianus Harun yang saat ini merantau ke Kalimantan.

Dalam keadaan panik, Elsiana anaknya segera berteriak memanggil keluarga dan warga sekitar. Mendengar teriakan tersebut, para tetangga langsung berdatangan dan berupaya menolong korban. Namun usai berhasil diturunkan, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia.

AKP Donatus Sare menuturkan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun barang mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana, selain jeratan pada leher. “Dugaan sementara, korban meninggal dunia murni akibat gantung diri”, tegas AKP Donatus Sare.

Usai oleh TKP, pihak kepolisian Polres Manggarai menyarankan agar jenazah dibawah ke RSUD Ruteng untuk dilakukan Visum et Repertum guna memastikan penyebab kematian secara medis. Namun keluarga menolak dan menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai takdir serta tidak akan menempuh proses hukum.

“Penolakan itu diperkuat dengan surat pernyataan yang dibuat oleh kakak kandung korban, Bernadus Rabung, dan disaksikan keluarga”, tegas AKP Donatus.

Hingga saat ini jenazah korban disemayamkan dirumah duka sambil menunggu kesepakatan keluarga terkait proses pemakaman.***