Petanttnews.com- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tingkat Polda NTT di Aula Rupatama Mapolda NTT, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolda NTT Rudi Darmoko dan diikuti oleh para pejabat utama serta Kapolres jajaran di lingkungan Polda NTT.
Turut mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut Wakapolda NTT Baskoro Tri Prabowo serta Irwasda Polda NTT Enriko Sugiharto Silalahi. Rapim tersebut dihadiri para pejabat utama, Kapolres jajaran, hingga para perwira menengah dan perwira pertama di lingkungan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.
Dalam sambutannya, Kapolda NTT mengawali kegiatan dengan mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena masih diberi kesempatan mengikuti Rapim dalam keadaan sehat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa bagi anggota yang menunaikannya.
“Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Besar, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat melaksanakan Rapat Pimpinan Polri tingkat Polda Nusa Tenggara Timur dalam keadaan sehat wal’afiat,” ujar Rudi Darmoko.
Kapolda menegaskan bahwa Rapim bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh jajaran dalam menjaga keamanan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah NTT.
“Rapim hari ini bukan sekadar forum rapat, tetapi momentum untuk menyatukan langkah dan komitmen kita dalam menjaga keamanan serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kita harus menyadari bahwa tantangan tugas ke depan semakin kompleks,” tegasnya.
Dalam arahannya, Kapolda menekankan beberapa poin penting yang harus menjadi pedoman seluruh jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dalam melaksanakan tugas pada tahun 2026.
Pertama, ia menekankan pentingnya memperkuat soliditas internal serta loyalitas terhadap organisasi. Menurutnya, setiap anggota harus menjaga nama baik institusi dan tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi.
“Kita harus menjaga soliditas dan loyalitas organisasi. Jangan sampai ada yang menjadi penghianat organisasi demi kepentingan pribadi,” tegas Rudi Darmoko.
Kedua, Kapolda mengingatkan bahwa setiap pimpinan di semua level harus mampu menjadi teladan bagi anggota, baik dalam hal integritas, kedisiplinan maupun tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Pimpinan harus menjadi role model bagi anggota. Tunjukkan integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Hidup sederhana, menjadi pelayan masyarakat, dan memberi contoh yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, setiap tindakan anggota Polri dapat dengan mudah menjadi sorotan publik apabila terjadi pelanggaran.
“Di era sekarang, sekecil apa pun pelanggaran pasti akan viral dan sampai kepada publik maupun pimpinan. Oleh karena itu, hindari penyimpangan dan pelanggaran,” katanya.
Kapolda bahkan menegaskan bahwa anggota memiliki hak untuk menolak perintah pimpinan apabila perintah tersebut mengarah pada tindakan melanggar hukum.
“Anggota berhak menolak apabila ada perintah dari pimpinan yang mengarah pada penyimpangan atau perbuatan melawan hukum,” tegas Kapolda.
Selain itu, Kapolda meminta seluruh jajaran meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan empati serta respons cepat terhadap setiap laporan yang masuk.
“Tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan empati. Posisikan diri kita di posisi masyarakat agar kita bisa memahami apa yang mereka rasakan dan butuhkan. Ingat, setiap tindakan kita juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” ungkapnya.
Menurut Kapolda, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penegak hukum, tetapi juga harus menjadi sahabat yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pemecah masalah masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mendorong berbagai program yang dapat memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat, salah satunya melalui program Polisi Sahabat Anak yang menyasar pelajar sejak tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah.
Program ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kedekatan serta kepercayaan generasi muda terhadap institusi Polri sejak dini.
Selain itu, Kapolda meminta agar berbagai program pemerintah dan Polri yang telah berjalan di wilayah NTT dapat dikelola dengan baik serta dipublikasikan secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Beberapa program yang menjadi perhatian di antaranya pembangunan sumur bor, pengembangan gula aren, penerangan jalan, pembangunan jembatan hingga program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kapolda juga menekankan pentingnya penerapan sistem penghargaan dan sanksi bagi anggota sebagai bagian dari pembinaan karakter serta peningkatan kinerja organisasi.
“Reward dan punishment sangat penting untuk perubahan karakter anggota. Jika ada anggota yang berprestasi, segera diusulkan dan diberikan penghargaan,” katanya.
Ia juga mendorong agar kisah-kisah inspiratif dari anggota Polri dapat terus diangkat melalui program Polisi Inspiratif sehingga dapat menjadi motivasi bagi anggota lainnya dalam menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.
Di akhir arahannya, Kapolda menyampaikan keyakinannya bahwa dengan soliditas, sinergitas serta semangat kebersamaan seluruh jajaran, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mampu mewujudkan institusi Polri yang profesional dan semakin dipercaya masyarakat.
“Saya yakin dengan soliditas, loyalitas, dan kerja keras seluruh jajaran Polda NTT, kita mampu mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, serta benar-benar menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Rudi Darmoko.
Mengakhiri sambutannya, Kapolda secara resmi membuka Rapat Pimpinan Polri tingkat Polda NTT Tahun 2026.
“Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Rapat Pimpinan Polri tingkat Polda Nusa Tenggara Timur pada hari Kamis, 5 Maret 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.
Setelah pembukaan, kegiatan Rapim dilanjutkan dengan paparan dari Irwasda Polda NTT, para pejabat utama, serta perwakilan Kapolres jajaran. Kegiatan kemudian akan ditutup dengan penekanan serta arahan dari Wakapolda NTT.





















