DAERAH  

Lantik 68 Kepala Sekolah, Bupati Manggarai Dorong Inovasi dan Kolaborasi Pendidikan

68 kepala sekolah yang dilantik Bupati Manggarai Heribertus G.L.Nabit. Foto: Ist

Petanttnews.com-  Pemerintah Kabupaten Manggarai kembali melakukan penyegaran kepemimpinan di sektor pendidikan dengan melantik puluhan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

Momentum ini sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Sebanyak 68 kepala sekolah dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) resmi dilantik oleh Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit pada Selasa, 10 Maret 2026. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai dan dihadiri para Asisten Sekretaris Daerah serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Dalam sambutannya, Bupati Herybertus Geradus Laju Nabit menekankan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang. Ia menilai kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan positif di lingkungan sekolah, termasuk dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan bagi seluruh peserta didik.

“Adaptasi teknologi dalam pendidikan bukan sesuatu yang baru. Tetapi yang paling penting adalah memastikan bahwa teknologi yang kita gunakan benar-benar dapat diakses oleh semua anak dan digunakan semata-mata untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa teknologi tidak boleh hanya menjadi simbol modernisasi dalam pendidikan, tetapi harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Penggunaan teknologi harus mampu mendukung proses pembelajaran secara nyata, membantu siswa memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang lebih baik, dan bukan sekadar mengikuti tren tanpa dampak yang jelas bagi kualitas pendidikan.”

Selain menyoroti peran teknologi, Bupati Manggarai juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Perubahan sistem pendidikan, perbedaan kualitas sumber daya manusia, serta kondisi sosial peserta didik menjadi faktor yang harus dihadapi oleh para tenaga pendidik di lapangan.

“Tantangan pendidikan saat ini tidak mudah. Kita berbicara tentang sistem yang terus berubah, kualitas sumber daya manusia yang beragam, serta kondisi anak-anak yang juga berbeda-beda dalam menerima pembelajaran,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak. Menurutnya, pendidikan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah, melainkan membutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Sering kali orang tua menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah. Padahal pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan guru,” katanya.

Karena itu, ia meminta para kepala sekolah dan guru tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan yang ada di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa setiap anak yang berada di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab moral bagi para pendidik.

“Siapa pun anak yang masuk ke dalam kelas kita, yang kita ajar dan kita didik, mereka adalah anak-anak kita. Mereka adalah masa kini sekaligus masa depan yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi serta mampu membangun semangat pengabdian dalam dunia pendidikan. Dengan kepemimpinan yang kuat serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, kualitas pendidikan di Kabupaten Manggarai diharapkan terus meningkat dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.