DAERAH  

Pj Kades Rai Buka Suara: Tuduhan Penyelewengan Dana Desa Dinilai Tanpa Bukti

Pekerjaan Fisik Irigasi Wae Banggang Rai Tahun 2023. Foto: Ist.

Petanttnews.com- Penjabat (Pj) Kepala Desa Rai, kecamatan Ruteng, Manggarai, NTT, Gabriel Ilang, akhirnya buka suara atas tudingan dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) yang menyeret Pemerintah Desa Rai, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Ia menegaskan, seluruh tuduhan yang beredar tidak memiliki dasar yang kuat serta tidak disertai bukti yang valid

Gabriel menilai narasi yang berkembang di publik cenderung sepihak dan tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menyebut, tudingan tersebut telah membentuk opini yang menyesatkan dan merugikan nama baik pemerintah desa.

“Tuduhan dugaan penyelewengan sangat tidak mendasar. Semua fisik sudah dikerjakan. Silakan cek langsung dilapangan. saya berpikir ini tuduhan hanya opini tanpa ada fakta”, tegas Gabriel di Ruteng, Minggu, 22 Maret 2026.

Ia menjelaskan, seluruh proses pengelolaan Dana Desa di Desa Rai dilakukan secara transparan dan akuntabel. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan, semuanya melalui mekanisme yang jelas dan melibatkan masyarakat.

Menurutnya, setiap program desa dibahas mulai dari musyawarah dusun (Musdus) hingga musyawarah desa (musdes), yang dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga. Hasil musyawarah tersebut kemudian dituangkan dalam dokumen resmi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Tidak ada program yang berjalan diam-diam. Semua direncanakan bersama, dibahas secara terbuka, dan diketahui masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gabriel menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dipersoalkan telah direalisasikan dan memiliki bukti fisik di lapangan. Ia mempersilakan siapa pun untuk melakukan pengecekan langsung terhadap proyek-proyek tersebut.

Adapun sejumlah kegiatan yang menjadi sorotan antara lain pembangunan saluran irigasi, bak penampung air minum, irigasi Banggang, irigasi Wae Rempo, dan Wae Ncuang, pengadaan sound system, pendataan profil desa, publikasi, serta dukungan kegiatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Semua kegiatan itu ada dan sudah selesai. Kalau dibilang fiktif, itu jelas tidak benar karena bukti fisiknya bisa dilihat langsung di lapangan,” katanya.

Gabriel juga menyoroti bahwa tidak pernah ada keberatan atau protes yang disampaikan dalam forum resmi desa terkait program-program tersebut. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai kesepakatan bersama.

Ia menyayangkan sikap sejumlah pihak, termasuk unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang dinilai tidak menempuh mekanisme internal desa sebelum menyampaikan tudingan ke publik.

“Seharusnya kalau ada persoalan, dibahas dulu di forum desa. Tapi ini tidak pernah dilakukan. Tiba-tiba muncul tudingan di luar tanpa klarifikasi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai tudingan tersebut sarat kepentingan tertentu dan berpotensi mengarah pada upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya sebagai kepala desa.

“Saya melihat ini bukan sekadar kritik. Ada indikasi ingin menjatuhkan nama baik saya. Ini sangat merugikan, baik secara pribadi maupun kelembagaan,” ungkapnya.

Gabriel juga menyinggung pemberitaan di sejumlah media yang dinilainya tidak mengedepankan prinsip keberimbangan. Ia mengaku tidak pernah dimintai konfirmasi sebelum berita terkait tudingan tersebut dipublikasikan.

“Dalam Undang-Undang Pers jelas diatur soal keberimbangan. Tapi dalam kasus ini, saya tidak pernah dikonfirmasi. Ini tentu sangat disayangkan. Tapi ini kerja media yang harus kita hargai juga,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Rai selalu terbuka terhadap kritik dan pengawasan. Namun, ia berharap kritik yang disampaikan tetap berdasarkan data dan fakta, bukan asumsi atau kepentingan tertentu.

“Kami tidak anti kritik. Silakan dikritik, tapi harus berdasarkan fakta. Jangan membangun opini tanpa bukti karena itu bisa merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Gabriel memastikan bahwa Pemerintah Desa Rai akan tetap fokus menjalankan program pembangunan demi kepentingan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen desa untuk menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami tetap bekerja seperti biasa, melayani masyarakat dan membangun desa. Harapan kami, semua pihak bisa menjaga situasi tetap kondusif dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar, pungkasnya.***