DAERAH  

386 Siswa Lulus, SMKN 1 Wae Ri’i Catat Rekor SNBP Jalur KIP Kuliah

Foto: Kepala SMKN 1 Wae Ri’i, Gregoriana Eka. (Jimin A.)

Petanttnews.com, Ruteng- Suasana haru dan bangga menyelimuti SMKN 1 Wae Ri’i saat pengumuman kelulusan tahun ajaran ini. Sebanyak 386 siswa dinyatakan lulus, dan capaian membanggakan turut diraih sekolah tersebut.

SMKN 1 Wae Ri’i tercatat sebagai sekolah dengan jumlah peserta terbanyak yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yakni sebanyak 53 orang. Seluruh siswa tersebut berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia melalui jalur KIP Kuliah.

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Wae Ri’i, Gregoriana Eka, menegaskan bahwa kelulusan ini merupakan awal dari perjalanan baru bagi para siswa.

“Ini bukan akhir dari segala-galanya, namun awal dari perjuangan selanjutnya. Kalian tamat dari lembaga ini dengan membawa skill dan keterampilan. Hari ini adalah jawaban dari setiap proses yang kalian lalui, di mana karakter kalian telah teruji selama masa pendidikan,” ujar Gregoriana.

Ia juga mengibaratkan ijazah SMK sebagai bekal awal untuk memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

“Ijazah adalah SIM kalian untuk menyetir di dunia kerja dan kuliah, tapi yang menentukan kalian sampai di tujuan dengan selamat adalah karakter, disiplin, kejujuran, dan kerendahan hati. Dunia usaha dan industri (DUDI) tidak akan pernah menanyakan nilai Matematika kalian, tapi mereka melihat etos kerja kalian,” tegas Gregoriana.

Foto: 386 Siswa SMKN 1 Wae Ri’i.

Para lulusan diingatkan bahwa mereka kini telah menjadi representasi sekolah di tengah masyarakat. Perilaku dan sikap mereka akan dinilai, sekaligus berdampak pada peluang bagi adik kelas di masa depan.

“Jika alumni bekerja dengan rajin, maka jalan bagi adik kelas untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) akan terbuka lebar,” ujarnya.

Menurutnya, kejujuran alumni akan memperkuat kepercayaan dunia industri terhadap kualitas lulusan SMKN 1 Wae Ri’i.

Di akhir sambutannya, pesan emosional disampaikan kepada para siswa agar tidak melupakan peran orang tua dalam perjalanan mereka.

“Berlayarlah dari Wae Ri’i dengan gagah, tapi jangan lupa pelabuhan pertama kalian tetap di sini. Kalau sukses, pulanglah untuk berbagi. Jika kalian jatuh, kami siap membantu kalian berdiri kembali,” tutupnya dengan haru.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berprestasi. Keterbatasan ekonomi pun ditegaskan bukan sebagai penghalang dalam meraih mimpi dan menembus perguruan tinggi terbaik.***