DAERAH  

Pipa Bocor Diduga Ulah Oknum Tak Bertanggung Jawab, Distribusi Air di Wae Ri’i Terganggu

Foto: Ist

Petanttnews.com, Ruteng- Perumda Air Minum Tirta Komodo mengumumkan terjadinya gangguan distribusi air bersih di wilayah Unit Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Rabu (13/5/2026). Gangguan tersebut dipicu oleh kebocoran pada pipa transmisi dari sumber mata air Wae Decer yang diduga akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Informasi itu disampaikan melalui pengumuman resmi “Info Tirta” yang diterbitkan Perumda Air Minum Tirta Komodo Rabu 13 Mei 2026.  Dalam pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa kerusakan pada jaringan transmisi menyebabkan distribusi air ke sejumlah wilayah pelanggan mengalami gangguan sementara.

Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Kuar, Kenda, Satar, Lando, hingga Watu Miteng. Warga di daerah tersebut diperkirakan akan mengalami penurunan debit air bahkan penghentian sementara distribusi selama proses perbaikan berlangsung.

Pihak Perumda Tirta Komodo menyebutkan, kebocoran terjadi pada jalur utama distribusi dari sumber mata air Wae Decer yang selama ini menjadi salah satu sumber pasokan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Wae Ri’i.

Akibat gangguan tersebut, tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan perbaikan pipa yang bocor. Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam agar distribusi air dapat kembali normal.

Perumda Air Minum Tirta Komodo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan tersebut. Masyarakat diminta memahami situasi yang sedang ditangani petugas di lapangan.

Gangguan distribusi air bersih ini kembali menjadi perhatian masyarakat, mengingat kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan vital sehari-hari. Warga terdampak diimbau untuk sementara menghemat penggunaan air dan menyiapkan cadangan air secukupnya selama proses perbaikan berlangsung.

Di sisi lain, dugaan adanya tindakan oknum yang menyebabkan kerusakan pipa transmisi juga memunculkan keprihatinan publik. Infrastruktur distribusi air bersih merupakan fasilitas vital yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, sehingga tindakan yang merusak jaringan perpipaan dinilai sangat merugikan warga.

Masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan agar pasokan air bersih kembali normal, terutama bagi warga di wilayah Kuar, Kenda, Satar, Lando, dan Watu Miteng yang terdampak langsung akibat gangguan tersebut.

Komitmen Pelayanan di Tengah Gangguan Distribusi

Gangguan distribusi air yang terjadi di wilayah Unit Bangka Kenda juga menjadi ujian bagi komitmen pelayanan Perumda Air Minum Tirta Komodo kepada masyarakat. Meski menghadapi kerusakan pada jalur transmisi utama, pihak perusahaan daerah air minum itu bergerak cepat menerjunkan tim teknis untuk melakukan penanganan di lapangan.

Langkah cepat tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat sehari-hari. Di tengah aktivitas warga yang bergantung pada pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga, pelayanan publik dituntut tetap hadir memberikan solusi dan kepastian kepada pelanggan.

Perumda Tirta Komodo juga memilih terbuka kepada masyarakat dengan menyampaikan informasi resmi terkait penyebab gangguan, wilayah terdampak, hingga estimasi waktu perbaikan. Sikap transparan tersebut dianggap sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan agar masyarakat tidak merasa dibiarkan tanpa kepastian.

Selain fokus pada proses perbaikan, pihak perusahaan juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas umum, khususnya jaringan perpipaan air bersih yang melayani kebutuhan ribuan warga. Dugaan adanya ulah oknum yang menyebabkan kebocoran pipa dinilai menjadi persoalan serius karena berdampak langsung pada masyarakat luas.

Komitmen pelayanan itu diharapkan terus dijaga, tidak hanya saat terjadi gangguan, tetapi juga dalam upaya peningkatan kualitas distribusi air bersih di wilayah Manggarai. Masyarakat pun berharap proses perbaikan dapat berjalan lancar sehingga distribusi air kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu lebih lama.***