DAERAH  

Klarifikasi Kepsek SMPN 5 Ruteng Soal Dugaan Penghinaan Guru

Foto: Ilustrasi

Petanttnews.com, Ruteng- Kepala SMP Negeri 5 Ruteng berinisial ES akhirnya buka suara terkait laporan dugaan penghinaan yang dilayangkan salah seorang guru perempuan berinisial MGS ke Polres Manggarai.

Menurut ES, persoalan tersebut bermula dari penegakan disiplin sekolah yang belakangan diperketat, terutama berkaitan dengan kehadiran dan jam pulang guru.

ES menjelaskan, sehari sebelum insiden terjadi dirinya memimpin apel upacara bendera yang dihadiri seluruh tenaga pendidik di sekolah tersebut. Dalam apel itu, ia menegaskan pentingnya disiplin waktu bagi para guru.

“Selamat siang kaka. Kejadian tadi, kemarin saya melaksanakan apel upacara bendera, dihadirkan oleh semua guru guru, saat upacara saya menyampaikan tentang melaksanakan disiplin yang tinggi berkaitan waktu kehadiran supaya kita hadir tepat waktu,” tulis ES dalam klarifikasinya, Selasa 19 Mei 2026.

Usai apel, pihak sekolah menerima kedatangan tamu dari Gendang Rai. Kehadiran tamu tersebut membuat seluruh guru kembali dikumpulkan untuk mengikuti rapat singkat di sekolah.

“Setelah itu kaka, kita masuk keruangan termasuk saya masuk dalam ruangan, selanjutnya kaka, kami kedatangan tamu tua Gendang Rai tujuan manga reweng kut siap we Mbaru lite (kegiatan peresmian rumah adat Rai),” lanjutnya.

Dalam rapat tersebut, ES mengaku telah mengingatkan seluruh guru agar tidak meninggalkan sekolah sebelum jam pulang yang telah ditentukan.

“Sebelum saya pulang keruangan saya pesan untuk bapak ibu guru bahwa tidak boleh pulang cepat kita jan 12.30 baru pulang,” ujarnya.

Namun, beberapa menit setelah rapat selesai, ES mengaku melihat sejumlah guru meninggalkan sekolah lebih awal, termasuk MGS. Ia juga mendapati absensi pulang telah ditandatangani meski waktu masih menunjukkan sekitar pukul 10.00 Wita.

“Setelah itu belum 5 menit saya diruangan ibu Mira ini tiba-tiba lewat depan ruangan saya untuk pulang sepertinya buru buru dan ada juga beberapa guru yang saya lihat, saya lihat absennya sudah tanda tangan pulang sementara masih jam 10.00 akhirnya saya foto absen itu,” jelas ES.

Karena itu, dirinya memfoto absensi tersebut lalu membagikannya ke grup WhatsApp sekolah sambil meminta guru-guru terkait untuk menghadap ke ruangannya pada keesokan hari.

Keesokan paginya Selasa 19 Mei 2026, ES mengaku sedang mengerjakan analisis kebutuhan guru ketika MGS datang ke ruangannya untuk mengisi absensi.

“Setelah itu dia datang mau isi absen saya langsung bilang ibu duduk dulu, saya tanya mana yang lain ya dia jawab saya satu dengan nada yang tidak enak,” katanya.

Menurut ES, situasi mulai memanas karena dirinya merasa penjelasannya terus dipotong saat membahas persoalan disiplin.

“Bahkan disini harus ada sisi TV akhirnya kaka saya pukul meja kenapa dia tidak dengar dulu penjelasan saya dan saya pukul meja saya bilang ite pembangkang saya belum selesai bicara kau sudah potong pembicaraan saya,” ungkapnya.

Ia juga membantah tudingan telah melakukan pemukulan terhadap MGS. Menurutnya, keduanya sama-sama berdiri dan saling mendekat saat adu argumentasi berlangsung hingga wajah mereka sempat bersentuhan.

“Dia juga jawab kamu maunya apa karena saling ngotot di maju terus dekat muka saja akhirnya saya maju sampe bersentuhan sama sentuh muka akhirnya dia teriak saya dipukul saya dipukul,” jelas ES.

Situasi yang memanas di ruang kepala sekolah itu, menurut ES, kemudian berlanjut di luar ruangan. Ia mengklaim MGS berupaya memengaruhi guru lain untuk berpihak dalam persoalan tersebut.

“Pas diluar ruangan dia pancing pancing guru supaya dukung dia bahkan dia sempat kata kata guru disana ini kubu ini, ini kubu ini, penjilat,” tuturnya.

ES menilai persoalan tersebut muncul akibat penerapan disiplin yang lebih ketat di sekolah. Ia mengaku heran aturan disiplin justru memicu konflik internal di lingkungan guru.

“Kadang saya sempat pikir Kaka salahnya dimana kita sudah terapkan aturan Kaka ada yang tidak suka tidak seperti ini,” tutupnya.

Kasus dugaan penghinaan tersebut kini masih dalam penanganan Polres Manggarai.***

Penulis: Aristo WakuEditor: Tim Redaksi