DAERAH  

Cuaca Ekstrem Ancam Manggarai, Pemkab Minta Camat dan Desa Siaga Penuh

Lambertus Paput
Lambertus Paput, Penjabat Sekda Kabupaten Manggarai Foto: Ist.

Petanttnews.com, Ruteng- Pemerintah Kabupaten Manggarai mengeluarkan peringatan serius terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Manggarai dalam beberapa hari ke depan.

Melalui surat himbauan resmi tertanggal 18 Mei 2026, seluruh camat diminta meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam.

Surat bernomor 100.2/66/V/2026 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Manggarai, Lambertus Paput, atas nama Bupati Manggarai itu diterbitkan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai ancaman cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Dalam himbauan itu, para camat diminta tetap siaga dan menetap di wilayah kecamatan masing-masing untuk memantau kondisi lapangan serta mempercepat koordinasi jika terjadi situasi darurat.

Tidak hanya itu, pemerintah juga meminta para kepala desa mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana, terutama di daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah rawan longsor.

“Masyarakat dihimbau tidak beraktivitas di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kawasan rawan longsor serta mengurangi bepergian jauh saat cuaca ekstrem,” demikian isi surat tersebut.

Pemkab Manggarai juga menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat selama beraktivitas di tengah cuaca buruk yang berpotensi memicu banjir, longsor, maupun pohon tumbang.

Selain langkah antisipasi di tingkat desa dan kecamatan, pemerintah meminta setiap kejadian bencana atau dampak cuaca buruk segera dilaporkan secara cepat kepada Bupati Manggarai melalui Bagian Pemerintahan Setda Manggarai.

Langkah cepat ini dinilai penting untuk meminimalisir risiko korban maupun kerusakan akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Manggarai.

Hingga saat ini, pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.***