DAERAH  

Hery Nabit: Kritik Harus Sehat dan Konstruktif

Foto: Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit. (Ist.)

Petanttnews.com, Ruteng- Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit angkat bicara usai dirinya bersama sang istri, Meldyanti Hagur Marcelina, melaporkan Siprianus Edy Hardum ke Polres Manggarai terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik, Rabu 27 Mei 2026.

Dalam keterangannya, Hery Nabit menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh merupakan hak sebagai warga negara untuk mengklarifikasi berbagai tuduhan yang disampaikan terhadap dirinya dan keluarga.

“Sebagai respons kami terhadap pernyataan dari saudara Edy Hardum terkait saya dan istri, kami menggunakan hak kami sebagai warga negara untuk menyampaikan laporan hari ini guna menyelesaikan dan mengklarifikasi apa yang sudah disampaikannya,” ujar Hery Nabit kepada wartawan, usai melaporkan Edi Hardum, Rabu 27 Mei 2026.

Hery menegaskan, laporan yang diajukan ke Polres Manggarai bukan dalam kapasitas dirinya sebagai Bupati Manggarai, melainkan sebagai pribadi yang merasa dirugikan atas pernyataan yang beredar di publik.

“Laporan ini pada saat bersamaan adalah laporan sebagai pribadi, bukan sebagai bupati,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Hery Nabit juga menyampaikan bahwa dirinya menyadari belum banyak hal yang bisa diperbuat untuk masyarakat Manggarai. Namun menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menyebarkan fitnah maupun mencemarkan nama baik seseorang.

“Mungkin memang kami belum berbuat banyak untuk Manggarai, tapi itu tidak memberi alasan untuk siapa pun menyampaikan fitnah dan mencemari nama baik kami,” katanya.

Ia menilai, langkah hukum yang diambil juga bertujuan menjaga suasana sosial dan komunikasi publik di Kabupaten Manggarai tetap sehat, tanpa menghilangkan ruang kritik terhadap pemerintah.

Menurut Hery, kritik tetap dibutuhkan dalam kehidupan demokrasi, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak mengarah pada fitnah.

“Hal ini penting supaya kita semua bisa menjaga keutuhan, kesatuan dan persatuan di Kabupaten Manggarai di antara sesama masyarakat tanpa mematikan daya kritis dari siapa pun,” lanjutnya.

Karena itu, Hery meminta publik tidak memandang laporan tersebut sebagai bentuk anti kritik atau upaya membungkam suara masyarakat.

“Jadi tolong jangan melihat pelaporan ini sebagai cara kami untuk mengabaikan setiap kritikan. Tidak. Tapi kami mau menjaga supaya ruang-ruang komunikasi di kalangan masyarakat, maupun masyarakat dengan pemerintah berjalan dengan sehat dan konstruktif,” tutupnya.***