Petanttnews.com, Ruteng- Suasana penuh semangat dan nuansa adat mewarnai Kantor Desa Rai, Jumat 29 Mei 2026. Putra asli Desa Rai, Heribertus Bomber, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Rai periode 2027-2034.
Mengenakan baju putih, kain songket, dan sapu adat di atas kepala, pria kelahiran 10 Februari 1977 itu datang bersama keluarga besar serta para pendukung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Sosok yang akrab disapa Heri itu mengaku terpanggil maju karena ingin menghadirkan perubahan bagi Desa Rai melalui pembangunan yang berpihak pada masyarakat.
Bagi Heri, berbicara tentang desa berarti berbicara tentang aset dan akses. Menurutnya, aset yang dimaksud adalah desa Rai memiliki potensi besar yang perlu dijemput dan dikembangkan secara serius.
“Aset terbesar masyarakat kita adalah pertanian. Ini yang harus diperkuat supaya ekonomi masyarakat bisa terus bertumbuh,” ujar Heri usai mendaftar, Jumaat 29 Mei 2026.
Karena itu, jika dipercaya memimpin Desa Rai, Heri berkomitmen mendorong sektor pertanian dengan pembangunan lanjutan jalan tani dan irigasi guna memperkuat sektor pertanian masyarakat. Namun baginya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, pertanian tidak bisa berkembang tanpa dukungan fasilitas yang memadai. Infrastruktur desa harus mampu membuka akses ekonomi dan menghubungkan masyarakat dengan program pemerintah daerah maupun pusat.
“Kalau pertanian mau maju, jalan tani dan irigasi harus diperhatikan serius. Desa harus berani menjemput peluang pembangunan,” lanjutnya.
Heri optimistis waktu delapan tahun cukup untuk membawa perubahan besar bagi Desa Rai. Namun baginya, perubahan membutuhkan keberanian, kerja bersama, dan pemimpin yang siap turun langsung mencari solusi.
Selain pertanian, Heri juga menaruh perhatian pada percepatan pemekaran desa dan dusun demi pemerataan pembangunan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah Dusun Cucang yang dinilai sudah memenuhi syarat untuk dimekarkan.

Baginya, pemekaran bukan sekadar pemisahan wilayah administratif, tetapi langkah untuk mendekatkan pelayanan dan mempercepat pembangunan masyarakat.
Dalam momentum politik desa kali ini, Heri mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan tidak terpecah karena perbedaan pilihan politik. Ia mengusung tagline “Politik Riang Gembira” sebagai simbol politik yang damai, santun, dan penuh persaudaraan.
“Politik jangan bikin kita saling membenci. Kita semua tetap keluarga. Yang bertarung itu ide dan gagasan untuk membangun desa,” tegasnya.
Menurut Heri, kepala desa harus mampu menjadi orang tua bagi seluruh masyarakat. Karena itu, pemimpin desa tidak boleh menjadi sumber konflik, tetapi harus hadir sebagai jembatan solusi bagi warga.
“Kepala desa harus mampu menyelesaikan persoalan masyarakat dan menjadi penengah saat ada konflik,” ujarnya.
Selain itu, Heri juga menegaskan komitmennya menghadirkan bantuan yang benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menaruh perhatian serius terhadap transparansi anggaran desa. Jika terpilih nanti, Heri ingin masyarakat ikut terlibat mengawasi penggunaan anggaran mulai dari Musyawarah Dusun (Musdus), Musyawarah Desa (Musdes), hingga penetapan APBDes.
“Semua harus terbuka. Masyarakat harus ikut mengawasi supaya anggaran benar-benar dipakai untuk kebutuhan rakyat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Heri turut menyampaikan apresiasi kepada kepala desa terdahulu yang dinilai telah meletakkan fondasi pembangunan Desa Rai dengan baik.
“Kita harus berterima kasih kepada pemimpin sebelumnya karena mereka sudah membangun dasar yang baik untuk desa ini,” tuturnya.
Heri juga menyoroti peluang besar dari program pemerintah pusat seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi Merah Putih.
Menurutnya, desa harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebijakan dan kreatif dalam memanfaatkan peluang pembangunan yang ada.
“Program MBG harus dijemput karena itu program strategis. Kita harus beradaptasi dan kreatif. Selain pertanian sawah, kita juga harus dorong sektor hortikultura,” jelasnya.
Tak hanya itu, Heri juga menilai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dikelola secara transparan dan terbuka.
Menurutnya, seluruh program BUMDes perlu dibahas bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat agar benar-benar memberi manfaat bagi warga.
“BUMDes harus transparan dan mampu menghasilkan PAD untuk desa. Semua program harus dibicarakan bersama supaya masyarakat ikut merasa memiliki,” katanya.
Dengan semangat “Politik Riang Gembira”, Heri Bomber kini datang membawa harapan baru: membangun Desa Rai dengan persaudaraan, keterbukaan, dan keberanian menjemput perubahan.***





















