BERITA  

Ratusan Pendukung Antar Endi Tara Mendaftar Cakades Cumbi

Hendrikus Tara Cakades Cumbi bersama pendukungnya saat menggelar Acara "Teing Hang" minta restu leluhur di rumah gendang sebelum mendaftar. Foto: Ist.

Petanttnews.com, Ruteng- Ratusan pendukung mengantar Hendrikus Tara atau yang akrab disapa Endi Tara saat mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Cumbi periode 2026-2034, Selasa (2/6/2026).

Kehadiran Endi Tara di sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cumbi menandai langkah resminya dalam kontestasi yang akan digelar pada Oktober mendatang.

Endi Tara tiba di lokasi pendaftaran didampingi keluarga besar, tokoh adat, tokoh pemuda, relawan, serta masyarakat yang datang memberikan dukungan. Dengan mengenakan busana adat Manggarai, ia disambut dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan.

Berkas pencalonannya diterima langsung oleh Ketua Panitia Pilkades Cumbi, Gaspar Wangkar. Proses pendaftaran berlangsung tertib dan lancar di tengah antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi proses administratif pencalonan, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi dukungan masyarakat yang menginginkan perubahan dan pembaharuan di Desa Cumbi.

Dalam pencalonannya, Endi Tara mengusung tagline adat “CAMA LEWANG NGGARI PEANG CAMA POE NGGARI ONE. RAO NEHO AJO CAWI NEHO WUA KUT PANDE MAJUN DESA CUMBI.”

Filosofi tersebut menjadi landasan gerakan yang dibawanya untuk mengajak seluruh masyarakat bersatu, bergotong royong, serta mengesampingkan perbedaan demi kemajuan desa.

Endi Tara maju dengan slogan “Nuansa Baru Menuju Perubahan dan Pembaharuan yang Lebih Baik.” Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus memperkuat nilai budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan para leluhur.

“Harapan-haparan masyarakat akan saya bawa juga dalam konteks budaya. Seperti kalau misalnya ada persoalan ditengah masyarakat, sebelumnya saya akan lakukan penyelesaian secara adat Manggarai”, ujar Endi Tara usai mendaftar Cakades Cumbi Rabu (3/6/26) sore.

Menurut Endi Tara, masyarakat Manggarai tidak dapat dipisahkan dari budaya adat, khususnya tradisi lonto leok yang selama ini menjadi ruang musyawarah dan penyelesaian berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ia menilai adat harus tetap menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, pelestarian budaya menjadi salah satu komitmen yang akan diperjuangkannya apabila mendapat kepercayaan memimpin Desa Cumbi.

Selain mengusung gagasan pembangunan, Endi Tara juga mengajak masyarakat menjaga suasana demokrasi yang damai dan penuh kegembiraan selama tahapan Pilkades berlangsung.

“Mari berpolitik dengan riang gembira, jangan ada perpecahan diantara kita. Beda pilihan politik itu hal yang wajar dalam pesta demokrasi”, pesan Hendrikus Tara, yang biasa akrab disapa Endi Tara, untuk masyarakat desa Cumbi.

Ia mengingatkan bahwa kontestasi politik hanya berlangsung sementara, sedangkan hubungan kekeluargaan akan tetap terjalin sepanjang masa.

“Mari kita sama-sama menjaga hubungan kekeluargaan, dan tali persaudaraan, karena kita semua bersaudara. Jangan karena perbedaan pilihan politik, hubungan kita jadi pecah”, tutupnya.

Di tengah dukungan yang mengalir, Endi Tara dikenal bukan sebagai sosok baru dalam kehidupan masyarakat Desa Cumbi. Ia memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan desa maupun kelembagaan masyarakat.

Kariernya dimulai saat menjabat sebagai Sekretaris Desa Cumbi pada periode 1990 hingga 1995. Setelah itu, ia dipercaya masyarakat menjadi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cumbi selama tiga periode berturut-turut, yakni dari tahun 2009 hingga 2024.

Selain berkiprah dalam pemerintahan desa, Endi Tara juga dikenal luas sebagai tokoh adat atau Tua Gendang Cumbi Mese. Dalam kapasitas tersebut, ia dipercaya memimpin berbagai urusan adat yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Cumbi.

Berbagai persoalan sosial dan adat, termasuk proses penyelesaian sengketa melalui mekanisme caca mbolot, kerap dipercayakan kepadanya. Peran tersebut membuat dirinya akrab disapa sebagai “Bapa Adat” oleh masyarakat setempat.

Visi tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program prioritas, antara lain peningkatan pelayanan desa yang cepat dan transparan, pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan potensi lokal, pembangunan infrastruktur yang merata, penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat, serta pelestarian adat, budaya, dan kerukunan warga.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Cumbi, Gaspar Wangkar, menjelaskan bahwa Endi Tara merupakan bakal calon ketiga yang mendaftarkan diri secara resmi.

“Ini calon yang ketiga mendaftarkan diri dikantor desa, sebelumnya ada dua bakal calon yang telah mendaftarkan diri secara resmi dikantor desa Cumbi”, ungkap Gaspar.

Panitia selanjutnya akan melakukan verifikasi berkas seluruh bakal calon mulai 3 Juni hingga 1 Juli 2026. Penetapan calon tetap dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli 2026, sementara pengumuman hasil verifikasi akan dilakukan sehari setelahnya.

Desa Cumbi yang terdiri dari tujuh anak kampung, yakni Cumbi, Longko, Wakat, Laci, Cawa, Lagar, dan Sama, akan menggelar pemungutan suara Pilkades pada 8 Oktober 2026 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *