Petanttnews.com, Labuan Bajo- Seorang warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial LCN (20), mengaku menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum wartawan berinisial RJ”.
Oknum wartawan tersebut diketahui bertugas di Labuan Bajo. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lebam di bagian mata dan leher.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kompleks Polres Manggarai Barat, tepatnya di belakang ruangan Buser, pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 03.05 WITA.
Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Manggarai Barat. Laporan itu telah teregister dengan Nomor: LP/B/87/VI/2026/SPKT/Polres Manggarai Barat/Polda NTT.
LCN kepada wartawan, menceritakan bahwa sebelum insiden terjadi dirinya bersama beberapa rekannya baru saja singgah di bandara bandara Komodo labuan Bajo. Saat berada di lokasi, mereka didatangi seseorang yang kemudian menanyakan identitas mereka. Kedua terjadi perdebatan hingga terjadi keributan.
“Awalnya begini om, kami singgah di bandara dengan ade-ade. Pas singgah datang seseorang dan tanya, bro, dari kamu bro? Lalu, tiba-tiba temanya datang langsung pukul dan saya balas. Setelah itu tim polisi Buser datang. Mungkin karena ada laporan lalu kami diamankan di Polres Manggarai Barat,” kata LCN via telepon WhatsApp, Selasa (9/6/2026) pagi.
Korban mengaku setelah diamankan ke Polres Manggarai Barat, situasi sempat berlangsung normal. Namun beberapa menit kemudian, dua orang datang menggunakan mobil Toyota Innova.
Menurut pengakuannya, kedua orang tersebut berada dalam kondisi dipengaruhi alkohol. Salah satu di antaranya disebut mengaku sebagai wartawan.
“Selang beberapa menit kemudian datang dua orang pakai mobil Innova. Kondisinya bau alkohol. Dia ambil handphone lalu rekam saya. Dia bilang saya wartawan, lalu saya jawab saya tidak tahu. Mungkin dia emosi lalu pukul saya di bagian mata dan cekik leher saya,” ujarnya korban.
Lebih lanjut, korban mengaku pemukulan dilakukan secara berulang. Menurut pengakuannya, ia tidak melakukan perlawanan karena terduga pelaku diduga berada dalam kondisi dipengaruhi alkohol. Dan terduga pelaku datang bersama seorang rekannya.
“Dia datang dan temanya om. Dua-duanya kae pukul saya. Berulang kali melakukan pemukulan, sambil dia kata-kata kasar”, jelasnya.
LCN menuturkan dugaan penganiayaan tersebut terjadi di hadapan sejumlah anggota kepolisian yang sedang bertugas piket di Polres Manggarai Barat. Ia mengaku, sempat dilerai oleh polisi tersebut, namun tak berhasil, karena terduga terus melakukan aksinya. “Ada polisi. Tiga orang polisi piket. Bukan polisi yang antar kami sebelumnya. Sempat dilerai oleh polisi. Hanya karena Ronald berbau alkohol, sehingga akhirnya pukul terus saya,” jelasnya.
Sementara itu, ibu korban berinisial AH” menceritakan terduga pelaku yang mengaku sebagai wartawan. Berdasarkan pengakuan anaknya, oknum terduga pelaku tersebut bernama Ronald Jantur. “Siap Nana. Benar menurut pengakuan anak saya yang memukul itu Ronal Jantur wartawan BaneraTV”, jelas ibu korban berinisial AH, Selasa 9 Juni 2026.
Ia menceritakan, Ronal itu datang bersama temannya. Namun, identitas satu orang lainnya belum diketahui secara pasti. “Yang disampaikan oleh anak saya, ada dua orang. Meraka sama melakukan penganiyaan. Tapi yang satunya identitas belum tau pasti Nana. Tapi yang satu dia mengaku sebagai wartawan, dan itu namanya Ronal Jantur,” tegasnya.
Secara terpisah, RJ yang dikonfirmasi media ini membantah tuduhan penganiayaan sebagaimana disampaikan korban. Ia mempertanyakan waktu kejadian dan identitas pihak lain yang disebut terlibat.
“Itu kejadian kapan om? Kenapa saya tanya om. Disitukan dia bilang ada dua orang laku sebutkan nama saya. Nama siapa itu ? karena sampe sekarang sejak postingan ibu Emiliana Helni saya disudutkan sekali. Banyak pertanyaan yang datang, kejadian kapan dan siapa yang dianiaya. Sampe sekarang siapa yang dimaksud itu”, jelas RJ kepada media ini, via Telepon WhastApp, Selasa 9 Juni 2026.
Ia juga dengan tegas, bahwa apa yang disampaikan korban LCN tidak benar. Menurutnya, Ia tidak terlibat dalam kasus penganiyaan itu. “Kalau menurut saya tidak pernah. Makanya saya tanya siapa pelapor”, tanyanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Manggarai Barat terkait laporan dugaan penganiayaan tersebut. Kasus tersebut. Kasus tersebut masih dalam penanganan penyidik.***








