BERITA  

Rudi Lehot Pimpin DPC PKB Manggarai

Foto: DPP PKB menetapkan Rudi Rudolf Beno atau Rudi Lehot ditetapkan sebagai ketua DPC PKB Manggarai. (Aristo Waku)

Petanttnews.com, Ruteng- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menetapkan Drs. Rudi Rudolf Beno atau Rudi Lehot, sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Manggarai periode 2026-2032.

Penetapan tersebut dilakukan bersamaan dengan penetapan ketua DPC PKB di seluruh kabupaten dan kota se-Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui rapat virtual yang digelar pada Kamis (11/6/2026).

Keputusan DPP itu sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Thomas Thahir yang selama dua tahun terakhir menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PKB Manggarai.

Penetapan Rudi menjadi titik awal konsolidasi baru bagi partai berlambang bola dunia itu dalam menghadapi agenda politik mendatang.

Penetapan tersebut merupakan hasil dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) yang sebelumnya digelar di Labuan Bajo. Setelah Muscab, para kandidat mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di Kupang sebelum DPP mengambil keputusan final.

Proses penjaringan calon ketua melibatkan berbagai unsur di tubuh partai. Mulai dari DPC, Pengurus Anak Cabang (PAC), Fraksi PKB hingga kader senior diberikan ruang untuk terlibat dalam proses seleksi kepemimpinan.

Sejumlah nama yang mengikuti Muscab dan kemudian menjalani UKK di Kupang di antaranya Drs. Rudi Rudolf Beno, MM, Agustinus Nancung, Vinsensius Supriadi, Thomas Thahir, Gustianus Nancung, Vinsensius Supriadi dan Flori Kampul.

Masing-masing kandidat datang dari unsur yang berbeda. Rudi Rudolf Beno merupakan anggota Fraksi PKB DPRD Manggarai dari Daerah Pemilihan (Dapil) Manggarai I yang meliputi Kecamatan Langke Rembong dan Wae Ri’i. Agustinus Nancung berasal dari Dapil Manggarai II yang mencakup Kecamatan Satar Mese, Satar Mese Barat dan Satar Mese Utara.

Sementara itu, Vinsensius Supriadi mewakili Dapil Manggarai III yang meliputi Kecamatan Ruteng, Lelak dan Rahong Utara. Sedangkan Thomas Thahir berasal dari Dapil Manggarai IV yang mencakup Kecamatan Cibal, Cibal Barat, Reok dan wilayah sekitarnya. Adapun Flori Kampul mengikuti proses tersebut sebagai representasi kader senior PKB.

Terpilihnya Rudi Lehot disambut optimisme oleh kader dan simpatisan partai. Amanah yang diberikan DPP PKB dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan peran PKB dalam pembangunan daerah dan perjuangan politik di Kabupaten Manggarai.

Dalam pernyataannya, Rudi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada DPP PKB serta seluruh kader yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin PKB Manggarai.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPP PKB dan seluruh kader atas amanah yang diberikan kepada saya untuk menahkodai PKB Kabupaten Manggarai selama lima tahun ke depan. Kepercayaan ini adalah tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan semangat pengabdian kepada partai serta masyarakat,” ujar Rudi, Kamis 11 Juni 2026.

Sebagai langkah awal, Rudi menegaskan fokus utama yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi internal partai hingga ke tingkat akar rumput.

Konsolidasi itu akan menyasar seluruh struktur partai mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ranting agar seluruh elemen partai bergerak dalam satu visi perjuangan.

Menurutnya, PKB harus menjadi rumah besar yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kaderisasi dan perekrutan tokoh-tokoh potensial akan menjadi salah satu agenda utama dalam masa kepemimpinannya.

“Kami akan memetakan dan mengajak kader-kader potensial, tokoh masyarakat, kaum muda, perempuan, serta berbagai elemen strategis lainnya untuk bergabung dan berjuang bersama di rumah besar PKB. Semakin kuat kaderisasi dan konsolidasi, semakin besar pula peluang PKB menjadi kekuatan politik utama di Kabupaten Manggarai,” tegas alumni PMKRI Jakarta Timur ini.

Rudi juga menilai penetapan kepengurusan baru harus menjadi momentum rekonsolidasi seluruh kader PKB di Kabupaten Manggarai.

Menurutnya, persatuan internal menjadi syarat penting agar partai mampu menghadapi berbagai dinamika politik yang akan datang.

Lebih lanjut Alumni Trisakti ini menjelaskan, momentum ini menjadi rekonsilidasi semua kader PKB di Manggarai. Rekonsilidasi ini bagain dari strategis untuk membedah internal, guna menghadapi dinamika politik kedepan.

“Ini rekonsilidasi internal, dari PAC hingga DPC guna menghadapi dinamika politik mendatang”, jelasnya.

Selain fokus pada penguatan organisasi, PKB Manggarai juga memasang target politik yang cukup tinggi pada Pemilu mendatang. Penambahan kursi legislatif dan perluasan basis dukungan masyarakat menjadi sasaran yang ingin dicapai.

“Target kita jelas, yakni menjadikan PKB sebagai partai pemenang di Kabupaten Manggarai. Untuk mencapai itu, kita harus bekerja lebih keras, lebih terorganisir, dan lebih dekat dengan rakyat. Politik PKB adalah politik kehadiran, politik pelayanan, dan politik perjuangan,” tegasnya.

Tak hanya menatap kemenangan di tingkat daerah, PKB Manggarai juga menyatakan kesiapan menjadi bagian dari agenda perjuangan nasional partai.

Langkah tersebut termasuk mendukung strategi PKB dalam menghadapi Pemilihan Presiden mendatang sesuai arahan DPP.

Di akhir pernyataannya, Rudi mengajak seluruh kader meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses Muscab dan UKK. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen partai harus kembali bersatu untuk memperkuat organisasi dan memperbesar peluang kemenangan politik di masa depan.

“Tidak ada lagi kelompok A atau kelompok B. Hari ini kita semua adalah PKB. Mari bergandengan tangan, merapatkan barisan, memperkuat struktur, dan bekerja bersama untuk membesarkan PKB serta memperjuangkan kepentingan masyarakat Manggarai.” lanjutnya.

Dengan dukungan berbagai unsur partai mulai dari kader senior, PAC, Fraksi PKB hingga jajaran DPC, kepemimpinan Rudi Rudolf Beno diharapkan mampu membawa PKB Manggarai menjadi partai yang semakin solid, dicintai masyarakat, serta meraih hasil politik yang lebih baik pada periode mendatang.

Dukungan dari tokoh-tokoh partai yang mengikuti proses Muscab dan UKK juga menjadi modal penting bagi konsolidasi internal PKB di Kabupaten Manggarai.

Dengan rekonsolidasi yang kuat, PKB Manggarai optimistis dapat menghadapi berbagai agenda politik sekaligus memperkuat posisinya di tengah masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *