Petanttnews.com, Ruteng- Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai memberikan apresiasi terhadap pergelaran budaya yang diselenggarakan SMPN 4 Langke Rembong dalam rangka penutupan tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut dinilai menjadi contoh baik dalam upaya menanamkan nilai budaya kepada generasi muda melalui dunia pendidikan.
Apresiasi itu disampaikan Mansueta Saiman yang mewakili Kepala Dinas PPO Manggarai saat menghadiri Gebyar Budaya SMPN 4 Langke Rembong, Sabtu, 13 Juni 2026. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi inspirasi yang dapat diterapkan di sekolah lain.
“Orangtua Murid dan para guru yang luar biasa dan anak-anak yang inspirasi. Terimaksih dan apresiasi atar karya dan kolaborasi. Hari ini meruapakan inspirasi bagi kami untuk berbagi kesekolah lain. Bagi kami anak-anak tidak hanya dibekali ilmu kognitif tetapi mereka perlu belajar budaya karena budaya akar kehidupan,” jelasnya, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Mansueta, pembelajaran budaya tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Nilai-nilai budaya perlu terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat.
“Kedepan anak-anak berkolaborasi dengan orangtua murid. Kebetulan ada rumah ada Ruteng Pu’u, yang dekat dengan kita. Kedepan bagaimna anak-anak bisa mempraktekan penerima tamu. melalui tarian caci, mbata”, pungkasnya.
Gebyar Budaya SMPN 4 Langke Rembong mengusung tema “Gali Potensi, Raih Prestasi Menuju Generasi Emas dan Berbudaya”. Kegiatan tersebut menjadi puncak pembelajaran tahun ajaran 2025/2026 sekaligus wadah pengembangan minat, bakat, dan karakter peserta didik.
Kepala SMPN 4 Langke Rembong, Damianus Labur, mengatakan sekolah berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya lokal.
“Secara kelembagaan berkomitmen dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya lokal”, ungkap kepala sekolah Damianus Labur, Sabtu 13 Juni 2026.
Menurut Damianus, sekolah berupaya memadukan kecakapan teknologi dengan nilai-nilai budaya Manggarai agar peserta didik mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya.
“Siswa di didik sejak dini, untuk menanamkan nilai-nilai budaya ditengah tantangan teknologi hari ini. Pada akhirnya kegiatan ini membentuk karakter siswa melalui kreativitas selama proses kegiatan. Kita tidak saja melihat saat siswa melakoni kegiatan, tapi bagaimna mereka berpikir kritis selama proses hingga berlangsung kegiatan tersebut” jelasnya.
Ia berharap kegiatan budaya seperti ini terus menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mempraktikkan budaya Manggarai di lingkungan sekolah.
“Setiap tahun tema diangkat berbeda-beda, namun tahun ini memilih tema gebyar Budaya, dengan alasan kita mau kembangkan serta memberikan gambaran kepada peserta didik bahwa inilah kekayaan budaya Manggarai yang kita miliki, bukan saja dihafal tetap dipraktekan dalam lembaga sekolah, yang berujung pada penanaman nilai-nialai dalam kehidupan, ditengah lunturnya budaya Mangagrai ditengah arus zaman”, tegasnya.
Salah satu penampilan yang menyita perhatian pengunjung adalah pementasan Acar Teing Hang, Drama Ritus Adat Nempung, dan Dramatisasi Ritus Adat Libur Kilo yang diperankan siswa kelas VII dan VIII. Mengenakan kain songket dan busana putih, para siswa tampil percaya diri memainkan setiap tahapan ritual adat sehingga mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton.
Selain pertunjukan budaya, Gebyar Akhir Tahun juga diisi berbagai perlombaan, mulai dari bola voli putra dan putri antarkelas, E-Sport Free Fire, paduan suara, vokal solo, hingga tari tradisional dan tari kreasi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama sepekan dan melibatkan seluruh siswa kelas VII dan VIII.
Apresiasi juga datang dari orang tua siswa yang menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Manggarai.
“Saya mewakili orangtua murid Saya sangat bangga atas pendidikan hari ini untuk membangkitkan budaya Manggarai. Saya sangat bangga mulai dari kepala sekolah dan guru lain. kami berharap kedepan bagi guru tidak hanya sampai disini saja, tetap terus menerus untuk membangkitkan anak-anak kami disekolah dibidang pendidikan budaya Manggarai”, jelas Yohanes Barus asal Taga, Sabtu 13 Juni 2026..
Kegiatan tersebut dihadiri orang tua murid, para guru, siswa SMPN 4 Langke Rembong, serta perwakilan Dinas Pariwisata dan Dinas PPO Kabupaten Manggarai.







