Petanttnews, Kupang- Program peningkatan populasi dan kualitas ternak sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Sebanyak 3.000 dosis semen beku disalurkan untuk menggerakkan program Inseminasi Buatan (IB) sapi di wilayah tersebut.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi NTT, Selasa (16/6/2026). Kegiatan itu melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di sektor peternakan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
Dalam keterangannya, pimpinan Komite II DPD RI menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan peternakan sapi di NTT.
“Hari ini, bertempat di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Propinsi Nusa Tenggara Timur, selaku pimpinan komite 2 DPD RI, kami menyerahkan bantuan semen beku untuk menggerakkan program Inseminasi Buatan sapi di Propinsi NTT,” kata Angelo Selasa 16 Juni 2029
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pembibitan dan Produksi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Hary Suhada, dan diterima oleh Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena.
“Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Pembibitan dan Produksi, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI. Bpk, Hary Suhada dan diterima langsung Gubernur NTT, Bpk Melkiades Laka Lena.” lanjutnya.
Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi lintas pemangku kepentingan guna membahas penguatan program inseminasi buatan dan pengembangan sektor peternakan di NTT.
Diskusi tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT drh. Melki Angsar, Kepala Karantina NTT, Direktur Politani Kupang, serta Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana).
“Setelah penyerahan, dilanjutkan dengan diskusi lintas stakeholders, hadir Wakil Walikota Kupang, Ibu Serena Francis, Kepala Dinas Peternakan Propinsi NTT, drh.Melki Angsar, Kepala Karantina NTT, Direktur Politani Kupang, Wakil Dekan FKKH Undana.”
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga terkait, program inseminasi buatan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak sapi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat peternak di NTT.
“Semoga sinergi ini berdampak kepada kesejahteraan peternak.” Tutupnya.***







