Petanttnews.com, Ruteng- Polemik komentar dokter RSUD Ruteng, dr. Benny C. Sihombing, di media sosial mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Manggarai. Anggota DPRD Manggarai dari Fraksi Demokrat, Aleksius Armanjaya, meminta pemerintah daerah memperkuat proses seleksi dan evaluasi terhadap dokter yang bertugas di wilayah Manggarai.
Aleksius mengatakan, perekrutan dokter melalui mekanisme terbuka tidak hanya harus mempertimbangkan kemampuan akademik dan kompetensi medis, tetapi juga perlu memastikan kesiapan fisik serta psikologis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut buntut polemik komentar dr. Benny C. Sihombing terhadap unggahan seorang pengguna BPJS Kesehatan di media sosial Threads yang kemudian viral dan menuai sorotan publik.
Menurut Aleksius, sebelum persoalan tersebut muncul, dirinya telah mengingatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai agar melakukan fit and proper test terhadap setiap dokter yang masuk melalui proses perekrutan terbuka.
“Sangat penting bagi Dinas Kesehatan di Manggarai untuk melakukan fit and proper test bagi dokter yang masuk melalui perekrutan terbuka di Manggarai ini,” kata Aleksius, Rabu 5 Agustus 2026.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Manggarai itu menilai, dokter yang ditempatkan untuk melayani masyarakat harus memiliki kesiapan secara menyeluruh, termasuk dari aspek kesehatan fisik dan psikologis. Menurutnya, hal tersebut penting untuk mencegah munculnya persoalan atau polemik di tengah masyarakat.
“Jangan sampai Manggarai mendapatkan dokter yang sebenarnya tidak sehat secara fisik dan psikologis, lalu dituntut untuk melayani masyarakat di Manggarai,” ujarnya.
Selain menyoroti proses rekrutmen tenaga dokter, Aleksius juga meminta Komisi A DPRD Manggarai segera memanggil pihak manajemen RSUD Ruteng untuk meminta penjelasan terkait polemik tersebut.
“Saya berharap Komisi A segera panggil pihak manajemen RS untuk mempertanggungjawabkan hal ini,” tegasnya.
Sementara itu, manajemen RSUD Ruteng telah memberikan klarifikasi terkait polemik yang menyeret nama dokter tersebut. Humas RSUD Ruteng, Ns. Yohana R. D. Mari, S.Kep., menegaskan bahwa pasien yang menjadi perbincangan di media sosial bukan merupakan pasien RSUD Ruteng.
Namun, dokter yang memberikan komentar melalui akun Threads pribadinya memang tercatat sebagai dokter yang bertugas di RSUD Ruteng.
“Selamat siang, meluruskan bahwa pasien itu bukan pasien di RSUD Ruteng. Tetapi dokter Benny benar bertugas di RSUD Ruteng. Komentar beliau di akun pribadi,” jelas Yohana.
Menurut Yohana, klarifikasi tersebut disampaikan karena komentar dr. Benny telah dikaitkan dengan institusi RSUD Ruteng sehingga menimbulkan perbincangan luas di masyarakat.
Pihak rumah sakit, kata dia, menghargai setiap perhatian, kritik, dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan perhatian, kritik, dan saran kepada kami,” ujarnya.
Yohana menyampaikan, manajemen menyadari polemik yang berkembang telah menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sejumlah pihak. Karena itu, pihak rumah sakit telah mengambil langkah sesuai aturan dan kebijakan internal terhadap pihak terkait.
“Menindaklanjuti hal tersebut, pihak manajemen telah melakukan langkah-langkah sesuai aturan dan kebijakan internal rumah sakit kepada oknum yang terkait,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa komentar dr. Benny merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili sikap, nilai, maupun standar pelayanan RSUD Ruteng. “Kami sampaikan pernyataan yang dimaksud merupakan opini pribadi yang bersangkutan dan tidak mewakili sikap, nilai, maupun standar RSUD Ruteng. Hal ini juga bertentangan dengan kode etik yang berlaku di lingkungan kami,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen perbaikan, RSUD Ruteng menyatakan akan terus melakukan pembinaan kepada seluruh tenaga kesehatan dan staf agar lebih santun, bijaksana, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang publik, termasuk media sosial.
“Sebagai komitmen kami akan terus membina seluruh tenaga kesehatan dan staf agar lebih baik, santun, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi di ruang publik. Pelayanan humanis dan profesional akan terus kami jaga,” ujar Yohana.
Ia menambahkan, RSUD Ruteng tetap berkomitmen membangun pelayanan kesehatan yang profesional dan humanis serta mengajak masyarakat bersama-sama mendukung upaya perbaikan pelayanan kesehatan.
“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat. Mari bersama-sama membangun pelayanan kesehatan yang lebih baik,” pungkasnya.
Sebelumnya, dr. Benny C. Sihombing menjadi sorotan setelah komentarnya terhadap unggahan seorang pengguna BPJS Kesehatan di Threads viral di media sosial. Setelah polemik tersebut, dr. Benny telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menyatakan siap menerima konsekuensi atas komentarnya.***

