Petanttnews.com, Ruteng- Pemerintah mengucurkan anggaran sebesar Rp1,16 miliar untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di SDK Watu Weri, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 itu dialokasikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program tersebut bertujuan menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, sehat, dan memenuhi standar kelayakan pendidikan, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Total anggaran revitalisasi SDK Watu Weri mencapai Rp1.164.020.640. Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi tujuh ruang kelas, pembangunan dua unit kamar mandi (WC), serta penataan lingkungan sekolah melalui pembangunan pagar.
Kepala SDK Watu Weri, Fransiskus Sara, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut. Menurutnya, program revitalisasi ini menjadi jawaban atas kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang membutuhkan pembenahan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian kepada SDK Watu Weri melalui program revitalisasi ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena kondisi beberapa fasilitas sekolah memang membutuhkan perbaikan. Dengan rehabilitasi tujuh ruang kelas, pembangunan dua kamar mandi, serta penataan pagar sekolah, kami berharap peserta didik dapat belajar dalam suasana yang lebih aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Fransiskus Sara, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan sistem swakelola murni melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Selain melibatkan pihak sekolah, pola tersebut juga membuka ruang partisipasi masyarakat sekitar dalam proses pembangunan.
Menurut Fransiskus, keterlibatan warga lokal menjadi bagian penting dari pelaksanaan program karena manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dalam bentuk peningkatan fasilitas sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Pekerjaan ini dilaksanakan secara swakelola murni oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan. Kami melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja sehingga manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Kami berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, dan menghasilkan bangunan yang berkualitas,” katanya.
Fransiskus menambahkan, pihak sekolah bersama panitia pembangunan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pekerjaan. Hal itu dilakukan untuk memastikan proses revitalisasi berjalan sesuai aturan, transparan, dan menghasilkan bangunan yang berkualitas.
“Keberhasilan revitalisasi ini bukan semata-mata diukur dari berdirinya bangunan yang lebih baik, tetapi juga dari tumbuhnya semangat kebersamaan antara sekolah dan masyarakat dalam membangun pendidikan. Kami ingin hasil pembangunan ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh generasi-generasi yang akan datang,” tambahnya.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan hingga ke daerah 3T. Dengan fasilitas yang semakin memadai, SDK Watu Weri diharapkan mampu menciptakan proses belajar mengajar yang lebih optimal serta mendukung lahirnya generasi yang unggul dan berkarakter.***

