Petanttnews.com, Ruteng- Sebanyak 2.078 warga Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, mengungsi setelah gempa bumi tektonik mengguncang, Sabtu, (15/8/2026).
Data sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 22.00 WITA, mencatat ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman akibat dampak gempa.
“Mengungsi sebanyak 2.078 orang,” demikian data Pusdalops BPBD Provinsi NTT dalam laporan situasi bencana yang diperbarui pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 22.00 WITA.
Jumlah pengungsi tersebut menjadi salah satu dampak serius gempa di Kabupaten Manggarai. Sebanyak 648 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, dengan rincian 601 rumah rusak berat, 10 rumah rusak sedang, dan 37 rumah rusak ringan.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan tempat pengungsian menjadi salah satu kebutuhan mendesak dalam penanganan bencana. Pemerintah melalui BPBD mulai menyiapkan tenda pengungsian, termasuk untuk pasien rumah sakit dan puskesmas yang terdampak gempa.
Menurut Pusdalops BPBD Provinsi NTT, kebutuhan tenda pengungsi di Manggarai mencapai 15 unit. Selain itu, dibutuhkan 12 tenda posko untuk 12 kecamatan dan 20 tenda peleton.
“BPBD sementara membangun tenda di rumah sakit agar pasien bisa dirawat dalam tenda,” tulis Pusdalops BPBD Provinsi NTT dalam laporan tersebut.
Selain tempat pengungsian, kebutuhan mendesak lainnya meliputi 30 ton beras, obat-obatan sesuai kebutuhan, 1.000 velbet, 1.000 selimut, 1.000 tikar, 500 paket peralatan dapur, 12 tandon air berkapasitas 2.200 liter, serta 10 unit genset 5 KVA, dan Senter.
Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan pendataan serta penanganan terhadap warga terdampak. Akses jalan Ruteng Reo juga sementara dibuka menggunakan alat berat untuk mendukung distribusi logistik dan BBM.
Bupati Manggarai bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga telah menyambangi Posko Utama untuk memantau langsung proses penanganan bencana.
Data tersebut disampaikan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam laporan situasi bencana pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 22.00 WITA.***

