Manggarai- Polri melalui Dapur Lapangan menyiapkan 2.500 bungkus nasi siap saji bagi warga terdampak gempa yang berada di lokasi pengungsian Reok, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, (NTT), Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan Polri untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih bertahan di pengungsian setelah gempa bumi.
Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran dapur lapangan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan. Dapur lapangan ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat yang masih berada di pengungsian,” ujar Kombes Pol. Sajimin.
Sejak proses persiapan berlangsung, personel Dapur Lapangan Polri bergerak menyiapkan makanan untuk dibagikan kepada para pengungsi. Sebanyak 2.500 bungkus nasi siap saji disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga di lokasi pengungsian Reok.
Bagi masyarakat yang harus meninggalkan rumah akibat bencana, makanan siap santap menjadi salah satu kebutuhan utama. Karena itu, keberadaan dapur lapangan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga selama berada di pengungsian.
Menurut Sajimin, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan bencana, terutama selama warga masih berada di lokasi pengungsian.
“Kami berharap bantuan makanan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat. Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan warga terdampak bencana,” tambahnya.
Setelah selesai disiapkan, 2.500 bungkus nasi tersebut dibagikan kepada para pengungsi di Reok. Personel Polri memastikan proses pendistribusian berlangsung tertib agar bantuan dapat diterima masyarakat dengan baik.
Kehadiran dapur lapangan juga menunjukkan bahwa pelayanan Polri dalam situasi bencana tidak hanya berfokus pada pengamanan. Personel di lapangan turut membantu pendistribusian bantuan, pelayanan kesehatan, proses evakuasi hingga pemenuhan kebutuhan konsumsi warga terdampak.
Di tengah suasana pengungsian yang masih berlangsung, bantuan makanan menjadi dukungan langsung bagi warga yang kehilangan akses terhadap kehidupan normal akibat gempa. Dapur lapangan hadir untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap diperhatikan selama masa darurat.
“Yang paling penting adalah masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Polri akan terus berada di tengah masyarakat dan membantu proses pemulihan pascabencana,” pungkas Kombes Pol. Sajimin.
Seluruh rangkaian penyiapan dan pendistribusian makanan berlangsung aman, tertib dan lancar pada Sabtu (22/8/2026).
Melalui dapur lapangan tersebut, Polri terus memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, khususnya warga yang masih berada di lokasi pengungsian Reok.***

