Petanttnews.com, Ruteng- Yayasan Plan Indonesia memperkuat respon kemanusian bagi masyarakat terdampak gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 di Flores, NTT. Plan Indonesia memprioritaskan penangan terhadap perlindungan anak-anak, anak perempuan, dan kelompok rentan.
Respon tersebut tidak hanya berupa distribusi bantuan kebutuhan dasar. Plan Indonesia juga memberikan dukungan psikososial, perlindungan anak, serta dukungan pendidikan anak-anak tetap memiliki ruang aman untuk bermain, belajar dan pulih dari bencana.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan kebutuhan anak harus menjadi bagian penting dalam setiap tahapan respons kemanusiaan.
Menurutnya, anak-anak, terutama anak perempuan, menghadapi kebutuhan dan risiko yang berbeda ketika berada dalam situasi darurat.
“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan paling mendesak terpenuhi, sekaligus memastikan anak, anak perempuan, dan kelompok rentan tidak terlewat dalam respons,” kata Dini, Jumat 21 Agustus 2026.
Menurutnya, situasi saat ini pascagempa masih sangat dinamis. Data BNPB tercatat, Per 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, 83 orang meninggal dunia dan lebih dari 110 ribu orang mengungsi. Kemudian, Sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan. Kekhawatiran terhadap gempa susulan juga membuat warga belum sepenuhnya berani kembali ke rumah.
Sementara itu, aktivitas seismik yang masih berlangsung turut memengaruhi kondisi masyarakat. Pada 21 Agustus, BMKG mencatat 4.258 gempa susulan sejak gempa utama dan memperkirakan aktivitas tersebut masih dapat berlangsung hingga beberapa minggu.
Dalam kondisi tersebut, Plan Indonesia memprioritaskan kebutuhan air bersih, sanitasi dan kebersihan atau WASH, perlindungan anak, pendidikan dalam situasi darurat, dukungan psikososial, serta kebutuhan khusus anak perempuan dan kelompok rentan.
Bantuan Dasar Sesuai Kebutuhan
Untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak, Plan Indonesia telah menyalurkan 200 terpal untuk hunian sementara, 200 tikar alas tidur, 200 selimut, 250 paket kebersihan keluarga, 250 paket kebersihan menstruasi, 75 shelter kit dan air minum.

Bantuan tersebut diberikan berdasarkan kaji cepat kebutuhan di lapangan. Penentuan lokasi penerima mempertimbangkan informasi dari warga terdampak, data pemerintah setempat yang kemudian diverifikasi, serta koordinasi pembagian wilayah dengan pemerintah.
“Bantuan ini kami rancang berdasarkan hasil kaji cepat kebutuhan di lapangan, sehingga tidak hanya melihat apa yang rusak, tetapi juga siapa yang terdampak dan kebutuhan spesifik mereka,” lanjut Dini.

Pendekatan tersebut dilakukan agar bantuan tidak sekadar berorientasi pada kerusakan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spesifik setiap keluarga, terutama anak-anak, anak perempuan dan kelompok rentan.
Anak Mendapat Ruang untuk Pulih
Selain bantuan kebutuhan dasar, Plan Indonesia memberikan dukungan psikososial kepada anak melalui kegiatan yang disesuaikan dengan usia.
Kegiatan tersebut meliputi bermain, menggambar, mewarnai, bernyanyi, bercerita dan berbagai kegiatan rekreasional.

Aktivitas tersebut ditujukan untuk memberikan ruang kepada anak agar dapat berekspresi dan berinteraksi dengan teman sebaya. Anak juga mendapatkan dukungan dari orang dewasa untuk perlahan membangun kembali rasa aman dan rutinitas setelah mengalami bencana.
“Bagi kami, pemulihan tidak hanya soal bantuan barang. Anak-anak, terutama anak perempuan, harus tetap merasa aman, terlindungi, dan memiliki ruang untuk bermain, belajar, dan pulih dari pengalaman yang mereka alami,” kata Dini.

Menjangkau Keluarga di Desa Terdampak
Pada Jumat pagi 21 Agustus 2026 Bersama tim Plan Indonesia mengunjungi dusun Nanu, desa Lenda dan Desa Timbu, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. Lenda dan timu adalah dua diantara banyak kampung korban gempa yang dikunjungi Plan Indonesia.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan kemanusiaan menjangkau keluarga yang terdampak gempa, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat layanan.
“Hari ini kami mengunjungi Desa Lenda dan Desa Timbu di Kecamatan Cibal Barat untuk memastikan bantuan kemanusiaan menjangkau keluarga yang terdampak gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 di Flores,” ujar Dini.

Menurut Dini, bantuan yang didistribusikan mencakup perlengkapan hunian darurat, paket kebersihan keluarga, paket kebersihan menstruasi bagi anak perempuan dan remaja perempuan, serta perlengkapan sekolah.
Bantuan tersebut diharapkan membantu anak-anak tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar sekaligus menjaga aktivitas belajar selama berada dalam situasi darurat.
Sejak fase tanggap darurat dimulai, Plan Indonesia menyebut telah menjangkau masyarakat terdampak di Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan Sikka.
Selain mendistribusikan bantuan awal, Plan Indonesia juga melakukan kaji cepat terhadap kebutuhan mendesak di sejumlah posko pengungsian untuk memastikan respons berikutnya sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Plan Indonesia menyatakan dukungan kemanusiaan akan terus dilanjutkan selama tiga bulan ke depan, terutama di Manggarai dan Nagekeo, dengan perhatian pada kebutuhan anak-anak dan keluarga terdampak.
“Dalam tiga bulan ke depan, kami akan terus memfokuskan dukungan kemanusiaan di Manggarai dan Nagekeo untuk membantu anak-anak dan keluarga terdampak pulih dengan aman, bermartabat, dan tidak tertinggal dalam proses pemulihan pascabencana,” pungkas Dini.
Kumpulan Foto-Foto Rumah Warga Dusun Lenda Roboh Akiba Gempa





Posko Mandiri


