Petanttnews.com, Ruteng- Pemerintah Kabupaten Manggarai terus memperluas distribusi bantuan pangan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 Flores. Sebanyak 81 ton beras disiapkan untuk disalurkan ke 11 kecamatan terdampak.
Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit mengatakan distribusi bantuan dilakukan secara bertahap bersama sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
“Distribusi sembako sudah berjalan untuk 11 kecamatan. Sampai kemarin 31 ton beras, mi instan, telur, air mineral, dan susu sudah disebar. Hari ini dan besok kita akan sebarkan lagi 50 ton beras,” kata Bupati Heri dalam konferensi pers di Ruteng, Kamis (20/8/2026).
Dengan tambahan 50 ton tersebut, total beras yang disalurkan pemerintah daerah mencapai 81 ton. Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak gempa, terutama masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun pengungsian mandiri.
Nabit menegaskan distribusi logistik dilakukan berdasarkan kebutuhan dan tingkat dampak di masing-masing wilayah. Pemerintah daerah juga membantah adanya perlakuan berbeda dalam penyaluran bantuan.
Enam kecamatan di wilayah utara Manggarai menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena mengalami dampak cukup besar. Wilayah tersebut meliputi Reo, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Wae Ri’i, dan Rahong Utara.
Terkait penempatan logistik di Reo, Bupati Heri menjelaskan lokasi tersebut berfungsi sebagai titik distribusi untuk wilayah utara Manggarai, bukan hanya untuk masyarakat Kecamatan Reo.
“Logistik yang ditempatkan di Reo bukan diperuntukkan hanya untuk masyarakat Kecamatan Reo. Tetapi diperuntukkan untuk masyarakat di wilayah utara Manggarai,” tegasnya.
Karena itu, Bupati Heri meminta masyarakat tidak menghalangi kendaraan pengangkut bantuan yang melintas di jalur Ruteng-Reo.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu keresahan selama masa tanggap darurat.
“Tidak ada wilayah yang dianak-emaskan, tidak ada wilayah yang dianaktirikan dalam penanganan bencana,” katanya.
Warga Diminta Waspadai Hoaks Gempa
Selain persoalan distribusi bantuan, Bupati Manggarai juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai informasi mengenai prediksi waktu terjadinya gempa susulan.
Menurut bupati Heri, informasi yang menyebutkan gempa akan terjadi pada tanggal, jam, dan kekuatan tertentu tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau ada informasi bahwa pada tanggal sekian, pada jam sekian akan terjadi gempa dengan kekuatan sekian, itu bisa dipastikan adalah hoaks. Kami minta hanya mempercayai informasi dari BMKG dan pemerintah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai memastikan distribusi bantuan akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat. Bantuan pangan dan kebutuhan dasar lainnya diharapkan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara merata.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban dan saling membantu di tengah kondisi pascabencana. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, relawan, dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan warga terpenuhi.***

