Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan 12,8 Ton untuk Korban Gempa di Manggarai

Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Bersama Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu. (Aristo/Petanttnews. com)

Petanttnews.com, Ruteng- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambangi warga terdampak gempa bumi di Robo, desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 23 Agustus 2026.

Khofifah bersama rombongan tiba sekitar pukul 18.00 WITA dan disambut ratusan pengungsi. Khofifah kemudian menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga di lokasi pengungsian.

Khofifah diterima Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Fabianus Abu Wakil Bupati Manggarai didampingi camat dan kepala desa setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menyerahkan bantuan senilai Rp720.965.175 dalam bentuk barang dengan berat sekitar 12,8 ton. Bantuan tersebut bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dukungan CSR untuk warga terdampak di Desa Ranaka.

Bantuan yang dibawa meliputi perlengkapan bayi, obat-obatan, tenda, perlengkapan perempuan, kompor, perlengkapan anak, terpal, perlengkapan mandi, serta kebutuhan higiene.

Khofifah mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Jawa Timur kepada warga Flores yang tengah menghadapi bencana.

“Kita ini bersaudara. Jadi ketika yang satu mengalami ujian, musibah, kami kemudian bersapa. Sapaan kami sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” kata Khofifah, usai menyerahkan bantu, Minggu (23/08/26)

Menurut Khofifah, respons Jawa Timur terhadap gempa Flores telah dilakukan sejak beberapa hari setelah bencana. Pada 16 Agustus 2026, pihaknya mengirim tim evakuasi ke wilayah terdampak.

Sehari kemudian, pada 17 Agustus dini hari, Jawa Timur mengirim bantuan logistik makanan ke Ende. “Dihari yang sama tujuh dokter dari Rumah Sakit Dr. Soetomo rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dikirim ke RSUD Ruteng untuk membantu pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Dukungan kembali diperkuat pada 22 Agustus 2026. Sebanyak 10 dokter dan perawat datang ke Manggarai dengan membawa obat-obatan, termasuk sekitar 14 jenis obat, sekaligus mendata kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan.

Pemerintah Jawa Timur juga mengirim tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang terdiri dari empat orang. Tim tersebut telah berada di Manggarai selama tiga hari untuk membantu pemulihan psikologis penyintas, khususnya anak-anak, orang tua, dan kelompok rentan.

“Tim LDP ini adalah tim trauma healing. Jadi, apa yang bisa kita lakukan dalam proses untuk penguatan semangat anak-anak, bapak, ibu, dan lansia,” ujar Khofifah.

Kirim Tujuh Truk Bantuan

Selain bantuan medis, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengirim tujuh truk bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa.

Sebagian bantuan telah tiba di Manggarai Timur. Sementara itu, sebanyak 12 ton beras disiapkan untuk didistribusikan kepada warga di Manggarai.

Khofifah mengatakan distribusi bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Ia juga merespons permintaan tambahan lima ton beras yang disampaikan kepala desa.

“Insyaallah besok pagi kita akan geser ke sini. Tapi itu juga kebutuhan beberapa saat. Yang sebetulnya kita harapkan bisa memenuhi sebagian kebutuhan mereka,” katanya.

Tidak hanya memberikan bantuan kepada penyintas gempa, Khofifah juga menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantu mahasiswa asal Manggarai yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Timur.

Menurut Khofifah, dukungan serupa pernah diberikan kepada mahasiswa terdampak bencana maupun krisis sebelumnya, termasuk saat pandemi Covid-19 dan bencana banjir bandang di Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Aceh.

“Kami pada dasarnya siap support mereka. Ini juga kami lakukan pada saat Covid, banjir bandang Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” lanjut Khofifah.

Dukungan tersebut, kata dia, dapat diarahkan untuk membantu kebutuhan hidup dan biaya tempat tinggal mahasiswa sehingga proses pendidikan mereka tidak terganggu. “Saya minta kontak personnya,” katanya.

Tekankan Semangat Persaudaraan

Khofifah menegaskan bantuan yang diberikan Jawa Timur tidak sekadar berupa logistik. Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bagian dari semangat persaudaraan dan gotong royong antardaerah.

Ia berharap hubungan persaudaraan tersebut terus terjaga, terutama ketika salah satu daerah menghadapi musibah.

“Saya rasa persaudaraan kita ini bisa dibangun dengan sangat baik. Masing-masing daerah sesungguhnya berkeinginan saling bersapa, saling merasa kita ini bersaudara, saling bergotong royong. Itu yang terus kita lakukan sebagai sebuah bangsa,” pungkas Khofifah.

Terkait kemungkinan bantuan pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat gempa, Khofifah mengatakan pemerintah masih menunggu tahapan penanganan pascabencana.

Menurut dia, pembangunan kembali rumah warga akan masuk dalam tahap rekonstruksi setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah daerah, kata Khofifah, masih menunggu kebijakan dan penanganan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kalau itu kita menunggu saja ya. Setelah tanggap darurat, nanti kan ada tahap rekonstruksi. Kita menunggu BNPB. Saya rasa kita dalam payung BNPB,” tutupnya.

Usai mengunjungi warga terdampak di Desa Robo, Khofifah bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Manggarai Timur untuk melihat langsung kondisi warga dan penanganan dampak gempa di wilayah tersebut.

Kunjungan itu menjadi bagian dari respons Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap bencana gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026.***