Ruteng- Memasuki hari kedelapan pascagempa bumi Flores, warga Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Kepala Desa Bea Kakor, Arnoldus sampur mengatakan warga terdampak hingga Sabtu (22/8/2026) masih membutuhkan bantuan, terutama bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Desa Bea Kakor sudah memasuki hari kedelapan pascagempa, belum tersentuh bantuan,” kata Arnol melalui pesan yang diterima pada Sabtu (22/8/2026).
Ia menjelaskan, warganya yang terdampak dari gempa bumi belum menerima bantuan dari Pemerintah. “Kami Belem menerima bantuan dari Pemda”, lanjutnya.
Berdasarkan pendataan pemerintah desa, kade arnol merinci sebanyak 315 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa.Sebnyak 115 rumah rusak berat, 110 rusak sedang, dan 90 rusak ringan.
Selain rumah warga, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Satu unit SMP Negeri 6 Bea Kakor dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Lanjutnya, Satu unit gereja juga mengalami kerusakan berat. Sementara itu, satu sumur bor yang digunakan sekitar 35 kepala keluarga (KK) mengalami kerusakan akibat longsor.
Sementara itu, Kerusakan sumur bor tersebut menambah persoalan warga karena air menjadi salah satu kebutuhan utama selama masa tanggap darurat.
Arnol mengatakan pemerintah desa saat ini membutuhkan 110 unit tenda darurat untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. “Kami membutuhkan 110 unit tenda darurat untuk warga yang rusak berat,” ujarnya.
Selain tenda, warga juga membutuhkan bantuan sembako untuk sekitar 400 KK. Kebutuhan pangan menjadi prioritas karena masyarakat masih berada dalam situasi pascabencana.
Kebutuhan bayi dan anak-anak turut menjadi perhatian. Pemerintah desa mencatat sebanyak 114 bayi membutuhkan bantuan susu dan perlengkapan bayi berupa popok.
“Susu untuk bayi 114 orang dan pampers untuk bayi,” kata Arnol.
Untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat, pemerintah desa juga membutuhkan bantuan vitamin bagi sekitar 2.000 jiwa.
Arnol berharap bantuan dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan dapat segera menjangkau Desa Bea Kakor.
Menurut dia, kebutuhan tersebut merupakan kondisi yang dihadapi masyarakat setelah gempa dan membutuhkan penanganan segera selama masa tanggap darurat.
Desa Bea Kakor merupakan salah satu wilayah yang masih membutuhkan perhatian dalam distribusi bantuan pascagempa Flores. Pemerintah desa berharap pendataan kerusakan dan kebutuhan warga dapat menjadi dasar bagi pemerintah serta pihak kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi di Bea Kakor





