Korban Meninggal Gempa Flores di Manggarai Capai 38 Orang

Manggarai- Pemerintah Kabupaten Manggarai merilis data Korban Jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang pulai Flores Sabtu 15 Agustus 2026.

Tercatat 38 orang meninggal dunia berdasarkan data hasil rekapitulasi korban per desa dan kelurahan yang telah dihimpun serta diverifikasi di lapangan hingga 23 Agustus 2026.

“Berdasarkan data tersebut, tercatat 38 orang meninggal dunia yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Manggarai,” kata Paulus Jeramun Kadis Kominfo Manggarai di Posko Tanggap Darurat Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai, Minggu (23/08/26).

Menurut Paul, kecamatan Reok menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni 21 orang.

“Korban tersebar di Desa Reok sebanyak 16 orang, Desa Watu Tango satu orang, Desa Mata Air dua orang, dan Desa Wangkung satu orang,” ujarnya.

Sebagian besar korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan. Selain itu, terdapat korban yang meninggal akibat tenggelam, shock, dan sakit.

Salah satu korban merupakan bayi yang baru dilahirkan. Bayi tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Ruteng dari pos pengungsian Barang Kolong.

Selanjutnya, Kecamatan Langke Rembong mencatat lima korban meninggal dunia. “Korban masing-masing berasal dari Kelurahan Karot satu orang, Kelurahan Tenda tiga orang, dan Kelurahan Pau satu orang,” lanjutnya.

Para korban di wilayah tersebut meninggal dunia dengan penyebab utama shock. Lokasi korban meninggal dunia berada di rumah maupun rumah sakit.

Di Kecamatan Cibal, tercatat empat korban meninggal dunia. Korban masing-masing berasal dari Desa Bea Mese satu orang, Desa Riung dua orang, dan Desa Ladur satu orang. Seluruh korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan di rumah.

Sementara itu, Kecamatan Reok Barat juga mencatat empat korban meninggal dunia. “Keempat korban berasal dari Desa Reok Barat dan meninggal dunia akibat tertimpa bangunan di rumah” sambungnya.

Di Kecamatan Wae Ri’i, pemerintah mencatat dua korban meninggal dunia dari Desa Wae Mulu. Kedua korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan dan sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Kecamatan Cibal Barat mencatat satu korban meninggal dunia dari Desa Golo Lanak akibat tertimpa bangunan. Sedangkan Kecamatan Satarmese Utara mencatat satu korban meninggal dunia dari Desa Cireng akibat tertimpa bangunan dan meninggal dunia di puskesmas.

Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban.

“Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi, pelayanan kesehatan, pendataan dan verifikasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan pengungsi, serta koordinasi lintas sektor di wilayah terdampak,” tutupnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa bumi susulan. Warga diminta mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah, petugas kesehatan, TNI, Polri, dan unsur penanggulangan bencana yang berada di lapangan.***