K-Gibran Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Manggarai

Foto: Relawan K-Gibran membagikan bantuan bagi korban gempa di Manggarai. (Aristo/Petanttnews. com,)

Manggarai- Relawan K-Gibran terus bergerak membantu warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Senin (24/8/2026), bantuan telah disalurkan kepada 351 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Langke Rembong dan 44 KK di Kecamatan Wae Ri’i.

Selain bantuan untuk warga, relawan juga menyalurkan 8 paket sembako kepada satu panti asuhan serta 16 paket sembako kepada delapan posko di Kecamatan Reo.

Dukungan kebutuhan darurat juga diberikan berupa terpal. Sebanyak satu terpal disalurkan ke Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, dan lima terpal untuk warga di Kecamatan Wae Ri’i.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NTT K-Gibran, Robertus Irwan Obo alias Iwan Obo, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Wakil Presiden serta Ketua DPP K-Gibran, Sekjen, dan seluruh pengurus DPP K-Gibran yang telah bergerak cepat sehingga bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak.

“Harapan kami, langkah ini bisa membuka mata pemerintah dan semua pihak yang punya rasa peduli untuk menyentuh saudara-saudara kita yang terdampak gempa.” ungkap Iwan, Selasa (25/08/26).

Menurut Iwan, bantuan kemanusiaan tidak boleh berhenti pada penyaluran sembako. K-Gibran masih mendorong aksi lanjutan, termasuk membantu warga memperbaiki rumah yang rusak maupun hancur akibat gempa.

“Gotong royong itu membuat hal seberat apa pun bisa diselesaikan,” lanjutnya.

Iwan mengatakan, pihaknya terus memperbarui informasi mengenai kondisi korban di lapangan dan menyampaikannya kepada DPP K-Gibran di tingkat pusat.

Dokumentasi serta perkembangan di lapangan menjadi bahan koordinasi untuk membuka kemungkinan adanya bantuan tambahan.

Ia menegaskan, kepedulian K-Gibran tidak hanya diarahkan kepada korban di Kecamatan Langke Rembong maupun Kabupaten Manggarai, tetapi menyasar korban gempa Flores secara keseluruhan.

“Jadi kita berbicara keseluruhan. Bukan hanya Langke Rembong atau Manggarai,” tegasnya.

Menurut Iwan, keterbatasan tenaga membuat gerakan kemanusiaan dilakukan secara bertahap. Karena itu, ia mengajak anak-anak muda di daratan Flores dan pelosok NTT untuk bergabung menjadi relawan K-Gibran.

“Kita bergerak step by step, pelan-pelan, untuk menyentuh semuanya,” sambungnya.

Bantuan Tak Hanya Sembako

Iwan mengatakan, masyarakat terdampak gempa tidak hanya membutuhkan bantuan berupa barang, tetapi juga dukungan moral agar mereka merasa tidak sendirian menghadapi bencana.

“Saat dalam keadaan susah, yang pertama kita butuhkan adalah support. Karena itu mereka sangat senang dan bahagia,” imbuhnya.

Selain sembako dan terpal, pihaknya masih berkoordinasi untuk mendapatkan tenda darurat yang nantinya dapat ditempatkan di sejumlah kelurahan.

Tenda tersebut direncanakan menjadi posko darurat bagi warga yang tidak merasa aman tinggal di rumah sekaligus menjadi tempat penyaluran bantuan.

“Kita masih berupaya mendapatkan tenda agar setiap kelurahan memiliki posko darurat.” pungkas Iwan.

Bantuan yang telah disalurkan tersebut menjadi bagian dari upaya gotong royong untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan dukungan moril di tengah proses pemulihan pascagempa.***