Menembus Jalan Terjal, JHL Foundation Terus Menyisir Pelosok Flores

Foto: Relawan JHL Foundation menyapa warga pengungsi gempa di Wae Pesi Desa Bajak, Reok. Bantuanpun diserahkan langsung.(Petanttnews. com/Aristo)

Petanttnews, Ruteng- Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation) melanjutkan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Flores. Hari ke-7 JHL Foundation mendatangi posko pengungsian di kabupaten Manggarai. 1,3 Miliar JHL Foundation salurkan bantuan warga terdampak.

Tak muda bagi mereka karena harus  menembus bukit, jalan berbatu, tanjakan curam, hingga lubang-lubang besar demi memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang membutuhkan. 70 paket bantuan sembako diserahkan oleh JHL Foundation pada kamis, (27/08).

Penyaluran menjangkau Dusun Nanu, desa Lenda, dan kampung Timbu, desa Timbu di Kecamatan Cibal Barat; Desa Bajak, Dusun Rujung Desa Ruis di Kecamatan Reok; Desa Golowatu di Kecamatan Wae Ri’i; serta Kelurahan Bangka Nekang di Kecamatan Langke Rembong.

Baca Juga: PDAM Ruteng Hapus Denda Keterlambatan Pembayaran Bagi Warga Terdampak Gempa

Perjalanan menuju sejumlah titik menjadi tantangan tersendiri. Jalan yang sempit dan rusak membawa tim naik turun bukit dengan sisi jalan berupa jurang. Tanjakan berbatu dan lubang besar membuat kendaraan harus melaju perlahan dan ekstra hati-hati.

Tak jarang tim harus berhenti dan bertanya kepada warga setempat untuk memastikan arah desa yang dituju. Dalam perjalanan seperti itu, seluruh anggota tim ikut siaga agar bantuan yang dibawa tidak mengalami kendala sebelum tiba di lokasi.

Namun medan berat bukan alasan untuk berhenti. Wilayah-wilayah seperti inilah yang menjadi perhatian JHL Foundation karena aksesnya tidak mudah dan masyarakatnya membutuhkan bantuan secara langsung.

Di Desa Bajak, Kecamatan Reok, misalnya, dampak gempa terlihat jelas. Sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan banyak yang hancur. Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terhadap bantuan dasar masih tinggi.

Perjalanan diawali dari Desa Lenda, Dusun Nanu, Kecamatan Cibal Barat, kemudian berlanjut ke Kampung Timbu. Dari sana, tim bergerak menuju wilayah Reok, sebelum melanjutkan perjalanan ke Golowatu dan Bangka Nekang.

Sehari sebelumnya, pada malam 26 Agustus, tim juga masih bergerak menyalurkan bantuan di Jalan Kemuning Atas, Kelurahan Batu, Manggarai.

Selama tujuh hari perjalanan, JHL Foundation telah menyusuri wilayah Manggarai Barat, Manggarai, hingga Manggarai Timur. Bantuan yang diberikan mencakup beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, pakaian, selimut, terpal, karpet, serta kebutuhan dasar lainnya.

Baca Juga: Bupati Manggarai Apresiasi Kepedulian JHL Foundation

Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan senilai Rp1,3 miliar yang disiapkan JHL Foundation untuk masyarakat terdampak gempa Flores, NTT.

Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation), Jerry Hermawan Lo, mengatakan perjalanan tim ke pelosok merupakan bagian penting dari misi kemanusiaan JHL Foundation.

“Kalau jalan yang kita lewati sulit, kita bisa kembali ke kota. Tetapi warga yang kami datangi tidak punya pilihan untuk meninggalkan kondisi mereka begitu saja. Karena itu kami memilih datang kepada mereka, sejauh apa pun jalannya,” ucapnya.

Menurut Jerry, bantuan akan lebih berarti ketika diberikan berdasarkan kondisi nyata masyarakat di lapangan.

“Kami ingin bantuan ini sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Karena itu kami tidak hanya menunggu di satu tempat. Kami berjalan, bertanya, masuk ke kampung-kampung, dan melihat sendiri keadaan masyarakat,” ungkap Jerry.

Di sepanjang perjalanan, tim juga bertemu warga yang masih tinggal di pengungsian, baik secara berkelompok maupun mandiri. Sebagian masih menghadapi kerusakan rumah dan belum sepenuhnya berani kembali ke tempat tinggal mereka.

Kehadiran tim JHL Foundation pun tidak hanya membawa paket bantuan. Di setiap titik, relawan berusaha berbincang dengan warga, memberikan semangat dan menghibur anak-anak maupun lansia yang masih merasakan dampak psikologis dari gempa.

Perjalanan panjang selama sepekan ini menjadi gambaran bahwa pemulihan Flores tidak hanya berlangsung di pusat kota atau lokasi pengungsian besar. Di balik bukit, jalan rusak, dan kampung-kampung yang sulit dijangkau, masih ada warga yang menunggu bantuan dan berharap kehidupan mereka perlahan kembali normal. JHL Foundation memilih datang sejauh itu untuk menemui mereka.***