Petanttnews.com, Ruteng- Pemerintah Kabupaten Manggarai menyiapkan kelas darurat bagi ruangan sekolah terdampak rusak, imbas gempa bumi yang mengguncang wilayah Manggarai. Kelas darurat digunakan siswa selama masa tanggap darurat.
“Sesuai arahan Gubernur NTT dan Bupati Manggarai, pembelajaran untuk anak-anak tidak boleh hilang dan harus tetap dilaksanakan meskipun daerah tersebut tengah menghadapi masa tanggap darurat pascagempa bumi,” kata Kadis PPO Manggarai, Wensislaus Sedan di Ruteng, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: UNMAS dan IKAMAHA Bantu 138 KK Korban Gempa di Manggarai
Menurut Wens Sedan, Kelas Darurat didirikan menggunakan fasilitas bantuan pemerintah pusat.
“Sebanyak 25 tenda darurat telah disalurkan untuk sekolah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai,” jelasnya.
“Sebanyak 20 tenda diperuntukkan bagi jenjang PAUD, SD, dan SMP, sedangkan lima tenda lainnya untuk Sekolah Menengah Luar Biasa (SMPLB),” sambungnya.
Mengingat ratusan ruangan Sekolah yang terdampak, Pemkab Manggarai memperdayakan bahan lokal tanah gempa untuk kelas darurat.
Kelas darurat imbuh Wens, memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. “Arahan Bupati Manggarai, pembelajaran untuk anak-anak tidak boleh hilang dan harus tetap dilaksanakan,” tegasnya.
Kendati demikian menurut Wens, proses belajar mengajar dalam pendampingan guru karena masih dalam proses pemulihan mental pasca gempa.
Baca Juga: Bupati Manggarai Apresiasi BTT RP20 M dari Prabowo
Selain Kelas Darurat, Pemkab Manggarai menggunakan Sistem Belajar Dari Rumah (DBR). “Sebagai langkah mitigasi ruang belajar, Dinas PPO telah menerbitkan surat edaran agar sekolah terdampak menerapkan sistem Belajar dari Rumah (BDR),” jelas kadis Wens.
Proses ini dikoordinasikan oleh kepala sekolah melalui penugasan terstruktur yang didistribusikan lewat grup komunikasi digital seperti WhatsApp dan Telegram.
Hingga saat ini, Pemkab Manggarai memperpanjang masa tangga darurat bencana selama 14 hari. ***

