Gubernur NTT Lantik Sekda Frans Sodo di Tengah Gempa

Foto: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melantik Fransiskus Sales Sodo sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Jumat (28/8/2026

Petanttnews.com, Kupang- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melantik Fransiskus Sales Sodo sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT definitif di tengah situasi tanggap darurat pascagempa Flores.

Fransiskus Sales Sodo dilantik sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi NTT untuk memperkuat koordinasi pemerintahan dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan di tengah penanganan bencana.

Pelantikan berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Jumat (28/8/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/TPA Tahun 2026 tanggal 21 Agustus 2026.

Baja juga: Kejari Manggarai Bantu Warga di Wilayah Hukum Terdampak Gempa

Gubernur NTT mengatakan pelantikan Sekda definitif memiliki arti penting karena pemerintahan harus tetap berjalan meski masyarakat NTT sedang menghadapi dampak gempa Flores.

“Di tengah suasana duka, hari ini kita melantik Sekretaris Daerah Provinsi NTT. Pelantikan hari ini memiliki arti yang sangat penting. Hari ini kita sedang memastikan mesin Pemerintahan Provinsi NTT memiliki penggerak koordinasi yang definitif,” kata Melki, dalam sambutannya.

Menurutnya, Sekda memiliki posisi strategis sebagai koordinator utama birokrasi. Karena itu, Sekda dituntut mampu menerjemahkan visi dan program pemerintah daerah menjadi kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya tidak membutuhkan birokrasi yang hanya pandai membuat dokumen. Saya membutuhkan birokrasi yang mampu menyelesaikan persoalan,” tegasnya.

Gubernur juga meminta Sekda baru memperkuat koordinasi antar perangkat daerah, mempercepat pelayanan publik, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

Perhatian khusus diberikan terhadap pengelolaan anggaran penanganan bencana. Melki meminta seluruh jajaran pemerintah memastikan setiap anggaran digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

“Jangan main-main dengan dana bencana. Kalau kita main-main dengan dana bencana, maka itu bisa mendatangkan ‘bencana’. Setiap rupiah harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Pemkab Manggarai Siapkan Kelas Darurat Imbas gempa

Di tengah penanganan gempa Flores, Melki menegaskan agenda pembangunan NTT tidak boleh berhenti. Pemerintah tetap harus menjalankan pembangunan di sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan reformasi birokrasi.

Pada awal sambutannya, Gubernur juga mengajak seluruh undangan mengheningkan cipta dan mendoakan masyarakat yang menjadi korban gempa Flores.

Melki menyebut berdasarkan pemutakhiran data BNPB, sebanyak 105 orang meninggal dunia dan 1.673 orang mengalami luka-luka. Sekitar 180.000 warga masih berada di pengungsian, sementara puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.

Hingga 28 Agustus 2026, BMKG mencatat 7.492 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

Kepada Fransiskus Sales Sodo, Gubernur berpesan agar jabatan tersebut segera diwujudkan melalui kerja nyata. “Jaga amanah. Jaga integritas. Bangun kekompakan. Layani rakyat. Dan langsung bekerja, karena rakyat NTT menunggu kita,” tutupnya.***