Petanttnews.com, Ruteng- Sekolah Dasar Katolik (SDK) Ka Redong memasang tenda darurat sebagai ruang belajar sementara bagi siswa selama masa tanggap darurat pascagempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026.
SDK Ka Redong salah satu sekolah yang terletak di Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, NTT. Kepala SDK Ka Redong, mengatakan tenda darurat disiapkan untuk menyediakan ruang belajar bagi siswa di tengah kondisi sekolah yang terdampak gempa.
“Pemasangan tenda darurat dilakukan oleh guru-guru dan beberapa tokoh masyarakat. Untuk proses belajar mengajar akan dimulai pada Rabu mendatang,” kata Elisabeth, Senin, 31 Agustus 2026.
Baca Juga: Gubernur NTT Lantik Sekda Frans Sodo di Tengah Gempa
Menurut Elisabeth, pemasangan tenda tersebut mengikuti instruksi Bupati Manggarai yang disampaikan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai.
“Melalui instruksi Bapak Bupati melalui Kepala Dinas Pemuda dan Pendidikan Kabupaten Manggarai, agar dalam masa tanggap darurat ini, sekolah membuat tenda darurat bagi siswa,” ujarnya.
Tenda darurat itu akan dimanfaatkan sebagai ruang belajar sementara. Siswa dan guru akan melaksanakan proses pembelajaran di dalam tenda untuk menghindari penggunaan bangunan sekolah yang belum dinilai aman setelah terdampak gempa.
Kebijakan tersebut sejalan dengan langkah Pemkab Manggarai yang menyiapkan kelas darurat bagi sekolah-sekolah yang ruang belajarnya terdampak gempa.
Kepala Dinas PPO Manggarai, mengatakan pembelajaran bagi anak-anak harus tetap berjalan meskipun daerah masih berada dalam masa tanggap darurat.
“Sesuai arahan Gubernur NTT dan Bupati Manggarai, pembelajaran untuk anak-anak tidak boleh hilang dan harus tetap dilaksanakan meskipun daerah tersebut tengah menghadapi masa tanggap darurat pascagempa bumi,” jelas Wens Sedan di Ruteng, Kamis, 27 Agustus 2026.
Selain menggunakan tenda, Pemkab Manggarai juga mendorong pemanfaatan bahan lokal dari material tanah gempa untuk mendukung pembangunan ruang kelas darurat mengingat banyaknya ruang sekolah yang terdampak.
Baca Juga: Kejari Manggarai Bantu Warga di Wilayah Hukum Terdampak Gempa
Pemkab Manggarai juga menerapkan sistem Belajar dari Rumah (BDR) sebagai alternatif bagi sekolah yang belum dapat menggunakan ruang belajar secara normal.
“Sebagai langkah mitigasi ruang belajar, Dinas PPO telah menerbitkan surat edaran agar sekolah terdampak menerapkan sistem Belajar dari Rumah (BDR),” sambung Wens.
Pelaksanaan BDR dikoordinasikan oleh kepala sekolah melalui penugasan terstruktur yang disampaikan menggunakan grup komunikasi digital, seperti WhatsApp dan Telegram.
Dalam proses pembelajaran selama masa tanggap darurat, guru juga diminta memberikan pendampingan kepada siswa, terutama karena sebagian anak masih menjalani proses pemulihan mental setelah mengalami gempa.
Pemkab Manggarai memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama 14 hari untuk melanjutkan penanganan dampak gempa sekaligus memastikan kebutuhan dasar dan layanan pendidikan tetap berjalan.***

