PDIP NTT Mulai Dorong Pemulihan Warga Pascagempa Flores

Foto: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan NTT, Yunus Takandewa (Rompi Hitam), bersama Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Manggarai Aventinus Mbejak (Rompi Merah). Foto: (Aristo/Petanttnews com)

Petanttnews.com, Ruteng- Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Nusa Tenggara Timur, (NTT), mulai mendorong langkah pemulihan masyarakat setelah masa tanggap darurat gempa bumi Flores diperpanjang.

Selain bantuan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan, partai tersebut meminta pendataan kerusakan dipercepat sebagai dasar pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

Baca Juga: Tim Dokter PDIP Terus Bergerak Layani Warga Korban Gempa

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT mengatakan, penanganan pascagempa kini perlu mulai diarahkan pada kebutuhan jangka menengah, terutama memastikan masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.

Menurutnya, PDI Perjuangan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Penanggulangan Bencana di kabupaten terdampak untuk melihat kondisi kerusakan sekaligus memetakan kebutuhan warga.

“Yang paling pertama tentunya adalah soal mempercepat pendataan bagi mereka untuk mulai berpikir, mulai membangun skenario untuk hunian sementara dan hunian tetap,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, selah kegiatan Tim relawan  kesehatan DPP PDIP memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak gempa, Karot, Langke Rembong, Manggarai, Senin (31/08/26) siang.

Ia mendorong pembangunan huntara dan huntap dapat dimulai sebelum musim hujan. Kondisi warga yang masih bertahan di tenda dinilai perlu menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan.

“Dan saya mendorong kepada semua pihak agar Huntara dan Huntap ini harus mulai sebelum musim hujan tiba,” ungkapnya.

Dorongan tersebut, kata dia, tidak terlepas dari temuan tim kesehatan PDI Perjuangan selama memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat terdampak.

Sejumlah warga mengalami keluhan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, tim juga menemukan warga yang masih mengalami trauma akibat gempa.

Karena itu, PDI Perjuangan juga menyiapkan dukungan untuk pemulihan psikologis masyarakat melalui program trauma healing.

“Kami juga membangun komunikasi dengan jaringan PDI Perjuangan dan koneksinya dengan berbagai lembaga-lembaga untuk sekarang ini menerjunkan tim yang khusus untuk melakukan trauma healing,” katanya.

Fokus pada Rekonstruksi

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT mengatakan, setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah perlu mulai menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Tahapan tersebut mencakup pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, kemungkinan relokasi warga di wilayah tertentu, hingga pemulihan fasilitas publik yang mengalami kerusakan.

“Urusan selanjutnya memang ini sudah menjadi urusan pemerintah pada tahapan setelah perpanjangan masa tanggap darurat ini adalah tahapan yang paling vital adalah tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi,” katanya.

Ia menyebut fasilitas publik seperti jalan dan jembatan juga perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan.

Baca Juga: Bupati Manggarai Apresiasi BTT RP20 M dari Prabowo

Meski demikian, Iya menegaskan kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam seluruh proses penanganan pascabencana.

“Tetapi yang paling penting pertama, urus rakyat dulu,” tegasnya.

Hingga kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan masa tanggap darurat pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diperpanjang hingga 12 September 2026.

Merespon ini Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan terus bergerak memberikan bantuan kemanusian. Baik menyalurkan bahan pokok seperti sembako, perlengkapan tenda hingga memberikan layanan kesehatan gratis. **