Petanttnews.com, Ruteng- Stasiun pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mbaumuku memastikan pelayanan dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap normal, selama masa tanggap darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu 15 Agustus 2026.
SPBU Mbaumuku terletak di pusat kota Ruteng, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pengawas SPBU Mbaumuku Aventus Jalut, mengatakan pihaknya sejak awal telah mengantisipasi kemungkinan terhambatnya distribusi BBM akibat kerusakan jalan dan material longsor pascagempa.
Baca Juga: PDIP NTT Mulai Dorong Pemulihan Warga Pascagempa Flores
Karena itu, pihaknya membatasi pelayanan untuk masyarakat umum dan menyisihkan stok BBM khusus bagi kebutuhan Satgas Bencana.
“Pasca terjadi gempa itu, saya sudah memikirkan bahwa akan ada hambatan dalam proses penyaluran. Sehingga saya langsung ambil sikap untuk stay stock. Untuk pelayanan umum kita batasi dan kita tinggalkan stok untuk pelayanan darurat, khusus Satgas Bencana,” ujar Aven, saat ditemui di ruangan kerjanya, Ruteng, Senin (31/08/26) sore.
Menurut Aven, distribusi BBM dari Depot Reo sempat terhenti. Pertamina kemudian mengalihkan pasokan melalui depot Bima.
“Pas hari itu memang tidak ada penyaluran dari Reo. Hampir butuh waktu beberapa hari untuk pembersihan jalan longsor. Kami waktu itu dapat arahan dari Pertamina bahwa penyaluran BBM dialihkan dari depot lain, dari Bima,” katanya.
Aven menyebut pasokan dari Bima tiba di SPBU Mbaumuku sekitar dua hari kemudian. Setelah itu, pelayanan BBM kembali berjalan normal.
“Tidak lama, selang dua hari, bahan bakar dari Bima sudah tiba di SPBU dan berjalan normal sampai hari ini. Tapi kami selalu stay stock untuk Satgas Bencana,” ujarnya.
Lebih lanjut Aven memastikan penyaluran BBM dari Depot Reo saat ini sudah kembali berjalan normal, meski masih terdapat sejumlah kondisi yang perlu ditangani di depot tersebut.
“Sudah aman. Walaupun ada beberapa hal di bawah, mungkin nanti bisa ditanya lebih jauh di depot. Itu kan ada kerusakan juga. Tapi sampai hari ini penyaluran normal,” katanya.
Ia mengatakan koordinasi antara SPBU dan pihak depot terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kekurangan stok selama masa tanggap darurat.
Tidak Ada Indikasi Penimbunan
Terkait instruksi pemerintah daerah kabupaten Manggarai, untuk mencegah penimbunan BBM, Aven memastikan hingga saat ini tidak menemukan adanya indikasi penimbunan di SPBU Mbaumuku.
“Sampai hari ini, tidak ada indikasi penimbunan. Pelayanan normal seperti biasa,” tegasnya.
Menurut Aven, masyarakat dinilai telah memahami kondisi pascagempa sehingga tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Masyarakat juga mau timbun untuk apa lagi? Ini kan situasi gempa, mereka sudah paham. Sepanjang bahan bakar itu penyalurannya normal, ya pelayanan seperti biasa,” katanya.
Petugas SPBU Tetap Bekerja Seperti Normal
Di tengah bencana, Aven mengatakan seluruh petugas SPBU Mbaumuku juga menjadi warga terdampak gempa. Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka menghentikan pelayanan.
Sistem kerja secara shift diterapkan agar petugas tetap dapat menjalankan tugas sekaligus memastikan keselamatan keluarga masing-masing.
“Kita ini kena terdampak semua. Tapi namanya panggilan pekerjaan, kita mau tinggalkan dua-duanya tidak mungkin. Masuk normal seperti biasa,” ujarnya.
Baca Juga: Tim Dokter PDIP Terus Bergerak Layani Warga Korban Gempa
Ia mengatakan para petugas tetap mengingatkan keluarga masing-masing untuk menyelamatkan diri dan menjaga keselamatan selama masa tanggap darurat.
“Tapi bagi kami sebagai petugas SPBU tidak mungkin kami tinggalkan. Pelayanan kami tetap prioritaskan untuk pelayanan umum. Dan itu dalam situasi apa pun,” kata Aven.
“Jiwa kami untuk kemanusiaan, untuk pelayanan umum. Itu tidak mungkin kami tinggalkan walaupun dalam situasi gempa sekalipun, bencana pun. Kami tetap kerja seperti biasa,” lanjutnya.
Aven bahkan mengaku membatalkan rencana keberangkatannya ke Bali pada 17 Agustus 2026 karena harus memastikan pelayanan dan koordinasi distribusi BBM tetap berjalan.
Menurut Aven, pelayanan BBM selama masa tanggap darurat harus tetap tersedia selama 24 jam, terutama bagi kendaraan yang membutuhkan BBM untuk penanganan bencana.
“Kita koordinasi berjalan karena pelayanan ini 1 x 24 jam. Kita melayani konsumen darurat yang membutuhkan bahan bakar untuk tanggap darurat,” katanya.
Penyaluran 24-30 KL per Hari
Aven mengatakan tidak ada penurunan penyaluran BBM selama pascagempa. SPBU Mbaumuku tetap menerima pasokan sesuai kapasitas tangki.
“Untuk penambahan tidak ada, tapi kami minta sesuai dengan kapasitas tangki. Saya punya 24 sampai 30 KL itu per hari selama pascagempa,” jelasnya.
“Jumlah tersebut mencakup seluruh jenis BBM yang tersedia di SPBU Mbaumuku,” sambungnya.
Ia mengatakan Pertamina tetap melakukan penambahan pasokan apabila stok di SPBU mengalami kekurangan. “Penambahan tetap ada selama tanggap darurat ini. Depot selalu koordinasi dengan kita. Mungkin ada kurang bahan bakar? Kita telepon, stok kurang, mereka kirim tambah selama ini supaya tidak ada kekurangan,” pungkas Aven***

