Tim Dokter PDIP Terus Bergerak Layani Warga Korban Gempa

Foto: Tim relawan Kesehatan Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan melakukan pengecekan kesehatan gratis bagi warga terdampak gempa di Karot, Langke Rembong, Manggarai, NTT, Senin 31 Agustus 2026. (Aristo/Petanttnews. com)

Petanttnews.com, Ruteng- Tim relawan kesehatan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan terus bergerak memberikan pelayanan kemanusian bagi warga terdampak, imbas gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.

Hingga, Senin 31 Agustus 2026, tim relawan yang terdiri dari dokter, bidan dan perawat melakukan cek kesehatan gratis untuk warga terdampak di Karot, kecamatan Langke Rembong, Manggarai, NTT.

Sebanyak 150 warga terdampak mendapat pelayanan kesehatan tersebut. Mereka adalah pengungsi mandiri selamat masa tanggap darurat bencana.

Pelayanan kesehatan ini misi kemanusiaan PDI Perjuangan untuk membantu warga yang masih menghadapi dampak gempa, termasuk mereka yang bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Ya, ini bukti nyata dari instruksi Ibu Ketua Umum sejak hari pertama gempa, dan kami hadir ini yang kali kedua. Karena pertama itu ketika gempa tanggal 15, tanggal 16, kami melakukan bakti sosial. Penyaluran sembako, pembangunan posko, dan dapur umum,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur Yunus Takandewa, Senin, (31/08/26) siang.

Baca Juga: SDK Ka Redong Pasang Kelas Tenda Darurat Siswa

PDI Perjuangan kata Yunus, sebelumnya telah melakukan kegiatan sosial di sejumlah wilayah terdampak dengan menyisir kawasan mulai dari Manggarai Barat hingga Sikka.

“Dan kami menyisir mulai dari Manggarai Barat sampai Sikka. Dan tanggal 28 kemarin, kami turun lagi di Ruteng untuk melanjutkan misi kemanusiaan. Memberikan pelayanan kesehatan gratis,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan dalam dua kloter. Tim medis diterjunkan untuk menjangkau warga terdampak di sejumlah wilayah Flores.

“Dan pelayanan kesehatan gratis ini tidak hanya di Ruteng, tim dokter kita ada dua kloter yang melayani mulai dari Labuan Bajo sampai Kabupaten Sikka,” jelasnya.

Tim medis yang diterjunkan berasal dari Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan di bawah koordinasi DPP PDI Perjuangan.

“Dari PDI Perjuangan. Ini dari Baguna, ya. Badan Penanggulangan Bencana dari Dewan Pimpinan Pusat di bawah koordinasi oleh Ibu Ketua DPP, Ibu Ribka Tjiptaning, yang hari ini juga sudah berada di lokasi bersama-sama dengan kita di sini,” sambungnya.

Layani Warga di Tengah Pengungsian

Pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi warga yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Selain persoalan kesehatan fisik, warga juga menghadapi tekanan psikologis setelah mengalami gempa.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT mengatakan tim kesehatan menemukan sejumlah keluhan selama memberikan pelayanan kepada warga.

Baja Juga: Kejari Manggarai Bantu Warga di Wilayah Hukum Terdampak Gempa

“Karena berisiko bagi mereka yang ada di tenda-tenda ini dari aspek pengalaman kami melakukan layanan kesehatan gratis, itu kebanyakan ada ya tekanan darah tinggi, lalu kemudian juga ISPA, ya. Kemudian ada yang trauma,” jelasnya.

Karena itu, PDI Perjuangan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan fisik. Tim khusus trauma healing juga disiapkan untuk membantu warga menghadapi dampak psikologis pascabencana.

“Dan aspek yang berikut ini yang tidak kalah pentingnya adalah kami juga membangun komunikasi dengan jaringan PDI Perjuangan dan koneksinya dengan berbagai lembaga-lembaga untuk sekarang ini menerjunkan tim yang khusus untuk melakukan trauma healing,” ungkap Yunus.

Langkah tersebut, menurutnya, muncul dari hasil temuan langsung di lapangan serta masukan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Karena pengalaman-pengalaman empiris, karena kami juga turun langsung ke lapangan, ada masukan-masukan langsung dari pihak tokoh-tokoh umat, ya, tokoh-tokoh gereja, ya, para pastor romo dan lain-lain, tokoh-tokoh masyarakat. Mereka menginginkan agar trauma healing ini juga menjadi aspek yang sangat penting,” jelasnya.

Tim Medis Diterjunkan

Dalam kegiatan pelayanan kesehatan tersebut, PDI Perjuangan menerjunkan tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan.

Pelayanan kesehatan ini juga menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan sembari menunggu Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati yang direncanakan berlabuh di Reo.

“Dan kloter kedua inilah yang akan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan gratis sambil menunggu Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati yang akan berlabuh nanti di Reo,” sambungnya.

Rumah sakit apung tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan kesehatan dan logistik bagi masyarakat terdampak gempa.

“Kapal itu juga akan memperkuat logistik kesehatan untuk pengobatan dan juga untuk intervensi berbagai logistik, ya, untuk mendukung cepat pulihnya Flores dari gempa tanggal 15 yang lalu,” ujarnya.

Baca Juga: Gubernur NTT Lantik Sekda Frans Sodo di Tengah Gempa

Sementara itu, Dokter Ananta Simanjuntak mengatakan ditemukan banyak keluhan seperti hipertensi, gatal-gatal dan trauma. Untuk anak-anak ditemukan demam karena mengunsi di posko. “Kita temukan banyak keluhan. kita mengecek tekanan darah hingga memberikan obat,” ungkapnya.

“Kami dikirim langsung oleh Ibu Mega untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi bapa dan mama yang terdampak. Sebelumnya sebanyak seribu warga terdampak di Maumere mendapat pelayanan”, tutup Kepala RS Apung Laksamana Malahayati.

Pelayanan kesehatan gratis tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan dan tempat tinggal, tetapi juga memastikan warga terdampak tetap mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan selama masa tanggap darurat.***